NPCI Jember Batalkan Kejurkab IV 2025, Kusbandono: Item Krusial Dihapus, Dispora Terkesan Lempar Tangan

Jember~Suluhnusantara.News // National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Jember resmi membatalkan pelaksanaan Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) IV Tahun 2025 yang semula dijadwalkan pada 17–18 Mei mendatang.

Keputusan ini disampaikan langsung oleh Ketua NPCI Jember, Kusbandono, pada Jumat (9/5/2025).Menurut Kusbandono, pembatalan terpaksa dilakukan karena terdapat persoalan serius pada pendistribusian anggaran dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jember. Salah satu item belanja penting yang berkaitan langsung dengan kebutuhan perlombaan disebut telah dihapus dan tidak dapat digantikan.

“Ada item belanja krusial yang merupakan kebutuhan saat perlombaan, dihapus dari kebutuhan penyelenggaraan dan tidak bisa diganti,” ujarnya.

Ia menambahkan, kejadian ini bukan yang pertama. Kusbandono menilai Dispora seolah tidak belajar dari pengalaman sebelumnya, dan justru kembali mengabaikan kebutuhan pokok penyelenggara.

“Tahun kemarin kami sudah ingatkan, dan ini yang ketiga kalinya terjadi. Pihak Dispora terkesan lempar tangan. Kami muak dengan perlakuan seperti ini, dan ini langkah tegas kami,” tegasnya.

Dijelaskan Kusbandono, total anggaran NPCI Jember tahun 2025 sebesar Rp272 juta dialokasikan untuk empat kegiatan: Sekretariat, Kejurkab, Pemusatan Latihan (TC), dan Keikutsertaan dalam kompetisi. Namun, dana untuk Kejurkab justru tidak tersedia karena dialihkan ke tiga kegiatan lainnya, sehingga terjadi kekurangan sekitar Rp20 juta untuk pelaksanaan event.

“Kami tidak tahu alasan anggaran dialihkan. Tapi yang pasti, Kejurkab tidak bisa dilaksanakan karena kebutuhan pokoknya tidak terbiayai,” katanya.

Ia juga menyayangkan perlakuan yang dianggap tidak adil terhadap kegiatan NPCI, padahal ajang Kejurkab merupakan agenda penting bagi pembinaan atlet-atlet disabilitas di Jember.

Sebagai bentuk kekecewaan, Kusbandono menyampaikan permintaan maaf kepada semua pihak, termasuk relawan, atlet, dan stakeholder yang telah terlibat dalam persiapan.

Ia juga mengungkapkan kekesalan yang sempat ia tuliskan di media sosial dengan kalimat emosional: “Pengen dodol ginjel tenan rasane” (Rasanya ingin menjual ginjal).

Kusbandono menyatakan bahwa dirinya siap menyampaikan penjelasan lebih lengkap apabila mendapat panggilan resmi dari Bupati Jember. Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu respon dari pemerintah daerah.(Galuh-tim)*