Rapat Strategis GESID Babel Di Belinyu, Matangkan Persiapan Pagelaran Budaya “Titang Tue Doa Sekampung” yang Telah Capai 60 Persen

Bangka Belitung – suluhnusabtara.news — Pengurus GESID (Generasi Emas Indonesia) Bangka Belitung bersama Ketua Pelaksana kegiatan menggelar rapat strategis pada Kamis malam, 9 April 2026, di Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka. Rapat ini menjadi langkah penting dalam mematangkan persiapan Pagelaran Budaya Tradisional “Titang Tue Doa Sekampung” yang akan segera dilaksanakan di Desa Bintet.

Dipimpin langsung oleh Ketua Pelaksana, Pak Jahok, rapat berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan komitmen untuk menyukseskan kegiatan budaya yang sarat nilai spiritual, sosial, dan kearifan lokal tersebut.

Dalam rapat tersebut disampaikan bahwa progres persiapan kegiatan telah mencapai sekitar 60 persen. Berbagai aspek teknis dan non-teknis terus dimatangkan, mulai dari kesiapan lokasi, susunan acara, pelibatan masyarakat, hingga koordinasi lintas pihak.

Ketua GESID Bangka Belitung, Suwardian Ramadhan, menegaskan bahwa GESID hadir bukan hanya sebagai pendukung, tetapi sebagai bagian penting dalam memastikan kegiatan ini berjalan maksimal dari awal hingga akhir.

“GESID Bangka Belitung siap membantu dan mendukung kegiatan ini secara penuh, baik secara moral maupun teknis di lapangan, mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan selesai. Kami percaya bahwa kolaborasi yang kuat akan menjadi kunci sukses kegiatan ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa peran GESID menjadi bagian strategis dalam menggerakkan partisipasi generasi muda serta memperkuat sinergi antar elemen masyarakat. Keterlibatan aktif GESID diharapkan mampu mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan, sehingga tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga memberikan dampak yang luas bagi pelestarian budaya daerah.

“Ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi gerakan bersama untuk menjaga identitas budaya. Kehadiran GESID di tengah masyarakat diharapkan mampu menjadi motor penggerak yang menyatukan energi gotong royong dari berbagai wilayah di Bangka Belitung,” tambahnya.

Pagelaran budaya Titang Tue Doa Sekampung sendiri merupakan tradisi doa bersama masyarakat yang tidak hanya mencerminkan hubungan spiritual kepada Tuhan Yang Maha Esa, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan kebersamaan antarwarga. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya lokal di tengah arus modernisasi.

Melalui keterlibatan GESID Bangka Belitung, kegiatan ini didorong menjadi gerakan kolaboratif lintas wilayah. Diharapkan, semangat gotong royong dapat melibatkan berbagai elemen masyarakat dari seluruh Bangka Belitung untuk bersama-sama menjaga warisan budaya leluhur.

Adapun kegiatan ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal: Minggu, 19 April 2026
Waktu: Pukul 07.30 WIB s/d selesai
Tempat: Lapangan Bola Desa Bintet

Panitia berharap dukungan dari pemerintah, stakeholder, serta masyarakat luas agar kegiatan ini dapat berjalan sukses dan memberikan dampak positif bagi pelestarian budaya daerah.

Dengan semangat persatuan dan kebersamaan, Pagelaran Budaya “Titang Tue Doa Sekampung” diharapkan menjadi simbol kebangkitan budaya lokal serta memperkuat identitas masyarakat Bangka Belitung.

( Darmawan)