Sosialisasi Pancasila, Agung Widiyantoro dan BPIP Ajak Warga Brebes Jaga Persatuan dan Nilai Kebangsaan

Brebes, Suluhnusantara.news – Anggota Komisi II DPR RI, H. Agung Widiyantoro, SH, M.Si, bersama Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP), mengadakan sosialisasi Pancasila di Teras Padi Resto, Paguyangan, Brebes, pada Rabu, 25 September 2024.

Acara ini juga dihadiri oleh Drs. R.D.M. Johan Johor Mulyadi, S.H., Direktur Penyusunan Rekomendasi Kebijakan dan Regulasi BPIP, yang menekankan pentingnya Pancasila sebagai kearifan lokal dan pemersatu bangsa.

Johan mengungkapkan, “Pancasila bukan sekadar hasil karya satu individu atau institusi, melainkan milik kita semua. Inilah yang menyatukan kita dari Sabang hingga Merauke, bahkan warga Indonesia yang tersebar di berbagai penjuru dunia.”

Ia menambahkan, sosialisasi langsung ke masyarakat yang digagas oleh DPR RI dapat menjadi momentum yang baik untuk meningkatkan kepedulian terhadap masalah-masalah bangsa dan negara. “Kita perlu memahami lebih baik nilai-nilai luhur Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Tumbuhkanlah keyakinan diri bahwa kita adalah orang-orang beruntung yang dilahirkan sebagai bangsa Indonesia,” ujar Johan, sambil mengajak seluruh peserta untuk menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila di mana pun berada.

Johan menegaskan bahwa tujuan utama sosialisasi ini adalah mengingatkan kembali pentingnya Pancasila sebagai fondasi kebangsaan. “Pancasila bukan ciptaan Soekarno atau BPIP, melainkan milik seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Agung Widiyantoro, yang akan dilantik sebagai anggota DPR RI, pada 1 Oktober 2024 mendatang, menyoroti pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila dan fokus pada pelayanan masyarakat. Ia juga membahas beberapa isu pembangunan di Brebes, termasuk penanganan stunting dan perbaikan infrastruktur yang rusak.

Agung mendorong masyarakat untuk menyampaikan aspirasi terkait fasilitas publik dan mengingatkan agar menghindari jebakan pinjaman online yang dapat merugikan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama serta waspada terhadap pihak-pihak yang ingin memprovokasi dan merusak harmoni sosial.

Di acara tersebut, Agung memperkenalkan “Salam Pancasila,” yang diadopsi dari “Salam Merdeka” Bung Karno, sebagai simbol persatuan tanpa memandang suku, agama, maupun golongan. “Salam Pancasila adalah komitmen untuk menyampaikan salam keselamatan bagi siapa pun yang kita temui, sesuai dengan nilai-nilai Pancasila,” jelasnya.

Menjelang Pilkada 2024, Agung mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilih dengan bijak. “Pilihlah pemimpin yang bisa mewakili aspirasi masyarakat, bukan sekadar yang mengejar kepentingan pribadi. Jangan golput; gunakan hak suara sesuai hati nurani,” pesannya.

Ia juga menekankan agar masyarakat memilih pemimpin yang sesuai dengan prinsip sila keempat Pancasila, yaitu “kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.”

Agung mengingatkan bahwa sosialisasi Pancasila harus terus dilakukan untuk meyakinkan warga bahwa ideologi negara tersebut harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menutup pidatonya, Agung menyoroti pentingnya pembangunan berkelanjutan dan pemanfaatan kekayaan alam Indonesia sesuai dengan visi kemerdekaan Soekarno, demi menjadikan bangsa ini kuat, mandiri, dan sejahtera. Tandasnya. (Rizal Sismoro)