Arus Balik Nataru 2025, Penumpang Jawa–Sumatera dan Sumatera–Jawa Masih Meningkat di H+9

Jakarta~SN.News | PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat pergerakan penumpang dan kendaraan pada arus balik libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 masih relatif tinggi hingga H+9. Berdasarkan data Posko Angkutan Nataru, terjadi peningkatan jumlah penumpang baik dari Jawa ke Sumatera maupun sebaliknya.

Di lintasan Jawa–Sumatera, berdasarkan data Posko Merak yang mencakup Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara selama periode 24 jam pada 3 Januari 2026, tercatat sebanyak 129 trip kapal beroperasi. Jumlah penumpang yang menyeberang mencapai 37.719 orang, meningkat 8,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, total kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera tercatat 7.273 unit, turun 11,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan terutama terjadi pada kendaraan roda dua dan truk, sementara kendaraan roda empat dan bus justru mengalami kenaikan.

Secara kumulatif sejak H-10 hingga H+9, total penumpang dari Jawa ke Sumatera mencapai 728.288 orang, atau naik 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, total kendaraan tercatat 158.230 unit, turun 6,5 persen.

Sebaliknya, arus dari Sumatera ke Jawa menunjukkan tren peningkatan yang lebih signifikan. Berdasarkan data Posko Bakauheni yang meliputi Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu, tercatat 106 trip kapal beroperasi pada H+9.

Jumlah penumpang mencapai 40.131 orang, naik 11,5 persen dibandingkan tahun lalu.Total kendaraan yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa pada H+9 tercatat 9.851 unit, atau meningkat 12,4 persen. Kenaikan terjadi pada seluruh golongan kendaraan, terutama kendaraan roda dua dan bus.

Secara kumulatif sejak H-10 hingga H+9, total penumpang dari Sumatera ke Jawa mencapai 647.898 orang, naik 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara total kendaraan tercatat 161.695 unit, atau meningkat 4,2 persen.ASDP menyatakan akan terus mengoptimalkan layanan penyeberangan serta koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan kelancaran dan keselamatan arus balik Nataru hingga periode posko berakhir. ( Zainal)*