Bazar Ramadhan 1447 Spesial Santri Al-Fatah Cileungsi Meriah di Awal Puasa

CILEUNGSI – Suluhnusantara. News, // Suasana Ramadhan 1447 H di Pondok Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, semakin semarak dengan digelarnya Bazar Ramadhan Spesial Santri. Kegiatan yang dimulai pada Kamis (19/2) pukul 16.00 WIB ini dipadati aneka makanan dan minuman takjil hasil kreasi para santri.

Bazar yang berlokasi tepat di depan pintu masuk pesantren tersebut didominasi sajian khas berbuka puasa. Para santri Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah Al-Fatah Cileungsi berkreasi menyiapkan berbagai hidangan seperti kolak, es buah, es jeruk, hingga gorengan bakwan, tahu, dan tempe. Aneka jajanan tersusun rapi di meja dan rak sederhana, menarik perhatian warga yang melintas.

Menjelang waktu Maghrib, suasana bazar tampak semakin meriah. Para santri tidak hanya berperan sebagai penjual, tetapi juga menjadi pembeli. Masyarakat sekitar yang melintasi kawasan pesantren turut mampir untuk membeli kebutuhan berbuka puasa.

Mudir Pondok Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Adnan Fairus, Lc., mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan melatih kemandirian santri.

“Bazar Ramadhan khusus anak-anak santri muslimin dan muslimat ini akan berlangsung selama 15 hari,” ujar Adnan Fairus saat ditemui di sela-sela berbelanja takjil di area bazar.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran praktik kewirausahaan bagi para santri. Melalui pengalaman langsung berjualan, mengelola keuangan, hingga melayani pembeli, diharapkan para santri memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat setelah lulus dari pesantren.

“Harapan kami, setelah lulus nanti mereka bisa mandiri dengan berbagai keterampilan yang telah dipelajari dan dilatih sejak masih di bangku sekolah,” jelasnya.

Bazar Ramadhan ini merupakan salah satu dari puluhan program yang digelar Pondok Pesantren Al-Fatah bekerja sama dengan Masjid At-Taqwa Shuffah Cileungsi selama Ramadhan 1447 H/2026 M. Beragam kegiatan ibadah, sosial, dan pendidikan turut mewarnai bulan suci di lingkungan pesantren tersebut, menjadikan Ramadhan tidak hanya sebagai momentum spiritual, tetapi juga penguatan karakter dan kemandirian santri.

Reporter : [Al Mujahid]