Viral Telur MBG Berbelatung di Brebes, Dinkes Tegaskan Pengadaan Tak Sesuai Prosedur

Brebes, Suluhnusantara.news |Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Brebes menyatakan bahwa pengadaan telur untuk program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Ketanggungan tidak sesuai prosedur. Hal ini menyusul temuan telur puyuh busuk dan berbelatung yang dibagikan kepada siswa dan sempat viral di media sosial.

Kepala Dinkes Kabupaten Brebes, Tambah Raharjo, mengungkapkan bahwa telur puyuh tersebut dibeli dalam kondisi sudah matang dan terbungkus plastik, sehingga menyulitkan proses pengawasan kualitas bahan pangan sejak awal.

“Telur puyuh itu dibeli dalam kondisi matang dan sudah dikemas plastik. Seharusnya kejadian telur busuk dan berbelatung tidak terjadi jika sejak awal lebih teliti dalam memilih bahan baku,” ujar Tambah Raharjo, Sabtu (20/12/2025).

Menurutnya, pengadaan bahan pangan untuk MBG idealnya dilakukan dalam kondisi mentah agar proses pemilihan, penyimpanan, dan pengolahan dapat diawasi secara ketat sesuai standar kesehatan pangan.

Dinkes Brebes pun telah memerintahkan investigasi menyeluruh untuk menelusuri asal usul telur, mulai dari proses pembelian, pemasakan, hingga penyajian kepada penerima manfaat.

“Saya sudah meminta petugas di wilayah Ketanggungan untuk menelusuri seluruh rangkaian proses, dari pembelian sampai makanan tersaji,” jelasnya.

Sementara itu, petugas kesehatan lingkungan dan petugas gizi dari Puskesmas Ketanggungan saat ini tengah melakukan pemeriksaan langsung terkait kasus tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyebab utama terjadinya kontaminasi serta mencegah kejadian serupa terulang.

Kasus ini mencuat setelah beredar video dan foto menu MBG di sejumlah sekolah di Kecamatan Ketanggungan yang menunjukkan telur puyuh matang dalam kemasan plastik transparan berisi empat butir, namun dalam kondisi dipenuhi belatung.

Dinkes Brebes menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya terkait pengadaan bahan pangan dan standar keamanan makanan, demi menjamin kesehatan dan keselamatan para siswa sebagai penerima manfaat. Pungkasnya. ( Rizal Sismoro )