Firdaus: Jurnalis Adalah Dai, Pembawa Pesan Kebenaran Bagi Masyarakat

CILEGON — SN.News | Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, Firdaus, menegaskan bahwa jurnalis sejatinya adalah dai atau pembawa pesan kebenaran bagi masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikannya saat kunjungan ke Kota Cilegon, bertepatan dengan peresmian Monumen Siber Indonesia, Minggu (8/2/2026).

Peresmian monumen yang menjadi simbol perjalanan dan perjuangan pers digital nasional itu turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya mantan Wali Kota Cilegon Iman Ariyadi, Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo, perwakilan Dewan Pers Yogi, serta Plt Sekda Cilegon Ahmad Aziz Deti.

Dalam sambutannya, Firdaus menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Cilegon atas dukungan terhadap SMSI serta penghargaan kepada insan pers siber melalui pendirian Monumen Siber Indonesia.

“Terima kasih kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon yang telah mengapresiasi rekan-rekan SMSI. Monumen ini bukan sekadar bangunan, tetapi simbol nilai perjuangan dan warisan besar transformasi komunikasi nasional,” ujar Firdaus.

Ia menekankan bahwa monumen tersebut merupakan penghargaan atas perjalanan panjang pers siber yang lahir dari kesunyian dan perjuangan, hingga kini menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan bangsa.

Firdaus juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi dunia pers, mulai dari stigma terhadap jurnalis independen hingga praktik kekuasaan yang kerap mengabaikan idealisme jurnalistik.

“Kita turun ke dunia pers bukan sekadar untuk bekerja, tetapi menjalani profesi yang mulia. Jurnalis bukan alat kekuasaan, melainkan cahaya bagi masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Firdaus mengenang perjalanan perjuangannya sejak 2007 dalam melawan dominasi konglomerasi media dan menggagas media online sebagai ruang baru bagi partisipasi publik.

Perjuangan tersebut mencapai tonggak penting pada 2017, ketika SMSI dideklarasikan di Kota Cilegon.“Tahun 2017 SMSI lahir di Cilegon. Ini bukan kebetulan, ini sejarah. Dari kota industri ini, gagasan besar media siber nasional dirumuskan,” ungkapnya.

Saat ini, SMSI telah berkembang pesat dan hadir di seluruh wilayah Indonesia, termasuk hingga Papua.“SMSI hari ini sudah ada di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Dari jalan sunyi, kini menjadi cahaya bagi kita semua,” tambahnya.

Firdaus kembali menegaskan prinsip hidupnya bahwa jurnalis adalah dai yang bertugas menjaga nurani rakyat dan menyampaikan kebenaran. Ia juga menegaskan konsistensinya untuk tetap berada di jalur jurnalisme murni tanpa bergantung pada proyek anggaran pemerintah.

“Alhamdulillah, saya tetap hidup di jalan jurnalistik. Meski jalan ini sunyi, saya yakin ini adalah jalan pengabdian,” katanya.

Ia berharap Monumen Siber Indonesia dapat menjadi inspirasi bagi insan pers di seluruh Tanah Air untuk terus menjaga profesionalisme, integritas, serta keberpihakan kepada masyarakat.

“Ini adalah legacy kita, warisan untuk bangsa. Dari Cilegon, untuk Indonesia,” pungkas Firdaus. (Zainal)*