Gen Z Blitar Nge-War Takjil? No! Mereka ‘Nge-War’ Ideologi di Istana Gebang bareng Kelas Bung Karno!


​BLITAR – Suluhnusantara. News // Siapa bilang anak muda cuma peduli scrolling TikTok? Jumat sore (06/03), suasana di Istana Gebang, Sananwetan, mendadak “pecah”. Bukan karena ada pop-up store brand ternama, tapi karena Kelas Bung Karno (KBK) sukses gelar kolaborasi epic bareng DPC PDI Perjuangan Kota Blitar.

Start Jam 15.30: Skena Berbagi yang Real!
​Gak pakai lama, acara dimulai pukul 15.30 WIB dengan aksi charity yang nggak kaleng-kaleng. Alih-alih cuma diskusi di ruangan ber-AC, tim KBK dan jajaran elit DPC PDIP Kota Blitar langsung turun ke jalanan area Istana Gebang.


​Para pedagang sekitar pun tampak sumringah saat diserbu paket parcel lebaran. Aksi “Gotong Royong” ini jadi bukti kalau ideologi Bung Karno itu bukan cuma teks di buku sejarah, tapi action nyata di lapangan!
​Deep Talk Geopolitik: Ngabuburit Berfaedah!
​Sambil nunggu waktu berbuka, sesi berlanjut ke Deep Talk: Geopolitik Bung Karno. Dipandu moderator keren Gian Riko Pujiantoro, S.H., diskusi ini menghadirkan dua narasumber yang insightful banget:
​Rangga Bisma, S.sosio (Magister Hukum UNTAG): Bedah strategi politik Pancasila yang bikin Indonesia tetap stand out sebagai satu kesatuan.


​Novi Catur Muspita, S.Pd., M.Si (Dosen Sosiologi Unisba): Kupas tuntas posisi Indonesia di tengah “drama” politik global dunia saat ini.


​Gak ngebosenin, karena ada penampilan Akustik Ir. Soekarno yang bikin vibes sore itu makin aesthetic dan syahdu di rumah masa kecil Sang Proklamator.


​”Marhaenisme is the New Cool”
​Joko Pramono, S.Pd (Kepala Sekolah KBK) dalam sambutannya menekankan kalau forum ini adalah tempat buat Gen Z upgrade diri lewat literasi ideologi.


​Senada dengan itu, Yudi Meira, ST (Ketua DPC PDIP Kota Blitar) yang hadir bareng tim (Dedik Hendarwanto, Sugeng Praptono, & Yudhi Fahmi) ngasih statement yang bikin semangat:
​”Kelas Bung Karno itu wadah strategis buat Gen Z belajar Marhaenisme. Kita pengen denger aspirasi kalian! Mimpi besarnya? Semoga ke depan ada Universitas Bung Karno di Blitar. Let’s build a generation yang kritis, cerdas, dan punya global mindset tapi tetep dasar Pancasila!”
​Diskusi berakhir tepat saat adzan Maghrib berkumandang, ditutup dengan buka puasa bersama yang penuh keakraban.

Reporter : Nicolas