JEMBER~SN.News | Kegiatan rutin Posyandu Bulan Desember di Balai Desa Umbulsari yang di laksanakan pada hari Sabtu 20/12/2025 pukul 15.00 WIB di Balai Desa Umbulsari.Posyandu memberikan layanan kesehatan ibu dan anak, KB, imunisasi, gizi, penanggulangan diare,dll kegiatan tersebut di hadiri oleh Gus Bupati, Plt. Direktur Rs soebandi Jember (dr.Andre Kusuma,Sp.BS,F,N-Vas), Plt Rs Kalisat dr.saraswati Dewi, Sp.A (K) pembina TK.I(IVb) Kali ini, Gus Fawait menyapa warga Umbulsari.
Tercatat, ada sejumlah kegiatan yang dilakukan. Mulai menggelar jalan sehat di Lapangan Desa Paleran, pertemuan tokoh tani di Balai Desa Tanjungsari, apel shalawat kebangsaan di Lapangan Desa Gunungsari, pertemuan kader posyandu di Balai Desa Umbulsari, hingga menggelar Sholawat Kampoeng di Balai Desa Paleran.

Dalam sesi wawancara, Gus Fawait menyampaikan bahwa program pemerintah tidak boleh hanya dinikmati oleh segelintir kelompok saja. Oleh karena itu, langkah sosialisasi dilakukan secara menyeluruh melalui berbagai kanal. Mulai media sosial, portal berita, pemasangan spanduk, hingga turun langsung ke lapangan.
“Kami ingin menjalin kedekatan antara pemimpin dan rakyat. Melalui forum ini, kami melakukan penjaringan aspirasi untuk mendengar langsung keluhan dan masalah yang dihadapi masyarakat di bawah,” ujarnya.
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah penanganan terkait dengan administrasi kependudukan. Sejak 2019 hingga 2025, tercatat sekitar 66 ribu warga Jember belum memiliki fisik KTP akibat keterbatasan blangko dari pusat.Menanggapi hal ini, Pemkab Jember telah menyiapkan solusi strategis. Misalnya, penyediaan blangko sebanyak 66 ribu blangko KTP telah disiapkan hingga akhir desember ini masyarakat kini juga tidak perlu lagi jauh-jauh ke pusat kota Jember.
Pemerintah telah menyediakan alat cetak KTP di setiap kantor kecamatan untuk memberikan pelayanan yang lebih adil dan cepat.
Lalu Gus Bupati menjelaskan tentang kesehatan dan keselamatan bagi warga desa Umbulsari dan sekitarnya
1. Penimbangan Balita: Penimbangan balita dilakukan tiap bulan di posyandu. Penimbangan secara rutin di posyandu untuk pemantauan pertumbuhan dan mendeteksi sedini mungkin penyimpangan pertumbuhan balita. Dari penimbangan yang kemudian dicatat di KMS, dari data tersebut dapat diketahui status pertumbuhan balita, apabila penyelenggaraan posyandu baik maka upaya untuk pemenuhan dasar pertumbuhan anak akan baik pula.KMS adalah kartu untuk mencatat dan memantau pekembangan balita dengan melihat garis pertumbuhan berat badan anak dari bulan ke bulan. Pada KMS dapat diketahui status pertumbuhan anaknya.
2. Imunisasi Di posyandu balita akan mendapatkan layanan imunisasi. Macam imunisasi yang diberikan di posyandu adalah
- BCG untuk mencegah penyakit TBC.
– DPT untuk mencegah penyakit difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus.
- Polio untuk mencegah penyakit kelumpuhan.
- Hepatitis B untuk mencegah penyakit hepatitis B (penyakit kuning).
3. Peningkatan Gizi Dengan adanya posyandu yang sasaran utamanya bayi dan balita, sangat tepat untuk meningkatkan gizi balita. Peningkatan gizi balita di posyandu yang dilakukan oleh kader berupa memberikan penyuluhan tentang ASI, status gizi balita, MPASI, Imunisasi, Vitamin A, stimulasi tumbuh kembang anak, diare pada balita.
4. Penanggulangan diare Penyediaan oralit di posyandu.
“Melakukan rujukan pada penderita diare yang menunjukan tanda bahaya di Puskesmas. Memberikan penyuluhan penanggulangan diare oleh kader posyandu,”ujarnya ( team)*