Jalan Rusak 13 Km di Purbolinggo Akhirnya Diperbaiki Setelah Viral, Bupati Turun Tangan

Lampung Timur – SN.News // Jalan kabupaten sepanjang 13 kilometer di wilayah Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur, yang mengalami kerusakan parah selama puluhan tahun akhirnya mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Perbaikan dilakukan setelah kondisi jalan tersebut viral di berbagai platform media sosial dan menuai banyak keluhan dari masyarakat, terutama menjelang momen Idul Fitri.Jalan tersebut merupakan akses alternatif menuju kompleks perkantoran kabupaten sekaligus penghubung antar kecamatan.

Kerusakan yang cukup parah membuat pengendara sepeda motor maupun mobil kesulitan melintas. Kondisi diperparah dengan banyaknya kendaraan bermuatan di atas 10 ton yang diduga menjadi salah satu penyebab kerusakan semakin cepat.

Menjelang Idul Fitri, warga ramai-ramai menyuarakan keluhan melalui media sosial karena khawatir arus kendaraan akan meningkat, baik dari dalam maupun luar daerah untuk kepentingan silaturahmi.

Salah satu warga, Suprayitno, mengaku masyarakat sudah lama menunggu pembangunan jalan tersebut.“Kami sudah lama menunggu. Pernah dibangun, tapi baru tiga bulan sudah rusak lagi. Habis pemilihan kepala daerah dibangun, tidak lama rusak terus. Akhirnya masyarakat protes lewat media sosial,” ujarnya, Senin (16/2/2026).

Menurutnya, kondisi jalan yang layak akan berdampak positif bagi perekonomian warga, khususnya sektor distribusi dan ekspedisi.

Setelah viral, Bupati Ela Siti Nuryamah turun langsung meninjau lokasi pada Senin (16/2/2026). Ia bahkan ikut dalam kegiatan gotong royong menimbun jalan berlubang dengan batu serta mengerahkan alat berat berupa ekskavator.Suprayitno mengapresiasi langkah cepat tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kalau pejabat daerah sudah mendengar keluhan kami melalui media sosial,” katanya.

Ela Siti Nuryamah menyampaikan bahwa kritik masyarakat melalui media sosial justru membantu pemerintah mendapatkan informasi akurat mengenai kondisi di lapangan.

Ia mengakui kerusakan jalan juga dipengaruhi mobilisasi kendaraan bermuatan berat.“Apapun bentuknya, pemerintah tetap bertanggung jawab. Saya sebagai bupati dan secara pribadi meminta maaf kepada masyarakat Kecamatan Purbolinggo atas ketidaknyamanan akibat kerusakan jalan ini,” ujarnya.

Ela menegaskan pemerintah daerah akan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan serta dunia usaha dalam pembangunan ke depan. Aturan terkait tonase kendaraan yang melintas di jalan kabupaten juga akan dibahas dalam rapat koordinasi lintas pihak.

“Kapasitas jalan kabupaten ini ada batas maksimalnya. Jika ada kendaraan melebihi tonase, tentu harus ada solusi dan penegasan aturan. Ini akan kami rakorkan dengan semua pihak,” tegasnya.

Selain penanganan darurat melalui gotong royong menjelang Idul Fitri, pemerintah daerah telah menganggarkan dana sebesar Rp 40 miliar dalam APBD 2026 untuk perbaikan jalan secara menyeluruh.

“Di masa kepemimpinan saya, saya serius untuk pembangunan. Setelah kami lihat langsung, memang kondisinya sangat parah. Wajar jika masyarakat marah,” pungkasnya.(Hadi)*