Brebes. Suluhnusantara.news | Menjelang bulan suci Ramadan 1447 H, Pemerintah Kabupaten Brebes menggelar pasar murah guna menjaga stabilitas harga bahan pokok dan mengendalikan inflasi daerah. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Brebes, Wurja, di halaman Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Brebes, Jumat (13/2/2026).
Wurja menegaskan, pasar murah merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan yang paling terdampak ketika harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan menjelang Ramadan.
“Ini upaya nyata pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus mengendalikan inflasi, terutama saat kebutuhan masyarakat meningkat menjelang Ramadan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, disediakan sebanyak 1.355 paket sembako dengan harga lebih terjangkau dibanding pasaran. Selain itu, tersedia paket “Lampah” berisi satu ekor ayam dan satu kilogram telur, daging sapi, beras SPHP, beras premium, beras Gapoktan, minyak goreng, gula pasir, dan berbagai komoditas lainnya.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Brebes, drh Ismu Subroto, menjelaskan bahwa menjelang Ramadan permintaan bahan pangan pokok cenderung meningkat dan kerap diikuti kenaikan harga serta potensi gangguan distribusi.
“Situasi ini bisa menekan daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah. Karena itu, intervensi melalui pasar murah menjadi langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan,” jelasnya.
Pasar murah kali ini juga dirangkaikan dengan program Gerimis Telur (Gerakan Minum Susu dan Makan Telur) yang diinisiasi DPKH Kabupaten Brebes. Program ini mendorong peningkatan konsumsi protein hewani yang terjangkau dan bergizi, khususnya bagi anak-anak dan ibu hamil.
Menurut Wurja, Gerimis Telur merupakan bagian dari strategi pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Brebes.
“Kami ingin anak-anak Brebes tumbuh sehat, cerdas, dan kuat sebagai generasi penerus pembangunan daerah,” tegasnya.
Selain menjaga harga tetap stabil, pasar murah juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat untuk memilih produk pangan asal hewan yang memenuhi prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, antara lain Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Dinas Perikanan Kabupaten Brebes, Perum BULOG Cabang Tegal, PT Charoen Pokphand Indonesia, PT Sahabat Pangan Sejahtera, Gapoktan, pelaku UMKM, serta dukungan dari Bank Indonesia Tegal.
Sinergi lintas sektor tersebut dinilai menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan daerah dan mengendalikan inflasi menjelang hari besar keagamaan.
Sukarti (61), warga Desa Krasak, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Ia menyebut harga kebutuhan pokok biasanya naik menjelang Ramadan.
“Ini sangat membantu warga seperti saya,” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar lebih rutin agar masyarakat kecil semakin terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dengan adanya pasar murah ini, Pemerintah Kabupaten Brebes berharap masyarakat dapat menyambut Ramadan dengan lebih tenang tanpa kekhawatiran lonjakan harga bahan pokok. Pungkasnya. (Rizal Sismoro)