SUBULUSSALAM – Suluhnusantara. News, // 17/2/2026 Ketua DPD LSM Tipikor Kota Subulussalam, Hasan Gerinci, kembali melontarkan kritik terhadap hubungan antara pihak eksekutif dan legislatif yang dinilai kerap memanas dan berujung pada ketegangan berkepanjangan di Subulussalam.
Menurut Hasan, relasi antara kedua lembaga pemerintahan tersebut semestinya dibangun atas dasar komunikasi yang harmonis dan kerja sama yang solid, bukan justru diwarnai konflik terbuka yang berpotensi merugikan masyarakat luas.
“Eksekutif dan legislatif itu ibarat suami dan istri. Kalau terus berantam atau gaduh, bagaimana mungkin bisa membangun rumah tangga yang baik? Anak-anaknya pun bisa terancam sengsara,” tegas Hasan, Selasa (17/02/2026).
Ia menilai, apabila konflik terus dipertontonkan di ruang publik tanpa penyelesaian yang bijaksana, maka yang akan menjadi korban adalah masyarakat. Hasan juga mengingatkan agar tidak ada pihak-pihak tertentu yang sengaja memperkeruh suasana demi kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Apalagi kalau ada yang mengompori, bisa semakin lama semakin hancur. Jangan sampai ego dan kepentingan pribadi mengalahkan kepentingan rakyat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hasan menekankan pentingnya membangun komunikasi yang sehat, musyawarah yang terbuka, serta sikap saling menghargai demi menjaga stabilitas pemerintahan daerah. Ia menyebut, perbedaan pandangan dalam dinamika pemerintahan adalah hal yang wajar, namun harus diselesaikan dengan cara yang elegan dan bermartabat.
“Maka sangat perlu komunikasi yang baik dan musyawarah yang santun agar hubungan itu tetap akur. Dalam istilah rumah tangga, sakinah, mawaddah, warahmah,” tambahnya.
Hasan juga mengajak seluruh elemen pemerintahan untuk menjadikan momentum bulan suci Ramadan sebagai waktu yang tepat memperbaiki hubungan serta memperkuat persatuan di Kota Subulussalam, yang dikenal dengan julukan Negeri Sada Kata.
“Apalagi ini sudah memasuki bulan suci Ramadan. Mari kita saling bergandengan tangan, saling mendukung satu sama lain demi negeri Sada Kata yang kita cintai ini. Ramadan adalah bulan penuh berkah dan pengendalian diri, saat yang tepat untuk meredam perbedaan dan mempererat kebersamaan,” tutupnya.
Ia berharap suasana damai dan harmonis dapat segera terwujud demi kemajuan Kota Subulussalam serta kesejahteraan seluruh masyarakatnya.
Reporter ( B. Kadri. )