Ketua DPRD: Reses Masa Sidang III 2023 Menjadi Wahana Masyarakat Sampaikan Aspirasi di Kabupaten Murung Raya

Murung Raya,3/11/2023,suluhnusantara.news-Memasuki tahap akhir tahun 2023, para wakil rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Murung Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, telah secara proaktif mulai mendengarkan aspirasi langsung dari masyarakat di daerah pemilihan (dapil) mereka. Kegiatan yang tengah mereka jalani adalah reses, yang dilaksanakan sepanjang bulan Oktober 2023. Reses ini merupakan bagian dari Masa Sidang III tahun 2023 dan bertujuan untuk menghimpun aspirasi masyarakat terkait perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun berjalan serta melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan anggaran tersebut.

Dr. Doni, SP.M., Si., selaku Ketua DPRD Murung Raya, turut serta dalam pelaksanaan reses ini dengan komitmen kuat untuk memperjuangkan kepentingan dan aspirasi masyarakat di dapil-nya. Dr. Doni menegaskan bahwa reses menjadi wahana penting bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. “Reses anggota DPRD menjadi sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi mereka. Selama pelaksanaan reses, banyak aspirasi yang kami terima,” ujarnya.

Namun, Dr. Doni juga menegaskan bahwa aspirasi tidak hanya dapat disampaikan melalui mekanisme reses saja. “Reses merupakan kegiatan resmi, namun wakil rakyat dapat kapan saja menyerap aspirasi, dan warga dapat menyampaikan aspirasi di mana saja dan kapan saja,” tambahnya.

Kegiatan reses Dr. Doni berlangsung di rumah Trisno, Desa Tambelum RT. 02, Kecamatan Sungai Babuat, Kabupaten Murung Raya, belum lama ini. Dr. Doni adalah salah satu wakil rakyat dari dapil 3 yang meliputi Kecamatan Sungai Babuat, Permata Intan, dan Sumber Barito. “Saat reses di Desa Tambelum, Kecamatan Sungai Babuat, masyarakat menyampaikan banyak aspirasi. Sebagai wakil mereka, tugas saya adalah memperjuangkan agar aspirasi ini diimplementasikan sebagai program di Pemerintah Kabupaten Murung Raya,” tegasnya.

Meskipun upaya ini penting, Dr. Doni juga menyadari bahwa tidak semua aspirasi dapat segera terpenuhi. Ini disebabkan oleh keterbatasan dana dalam APBD Kabupaten Murung Raya. “Kami juga harus memahami bahwa dana di APBD terbatas, sehingga aspirasi yang akan direalisasikan harus diprioritaskan berdasarkan skala prioritas,” jelasnya.

Kegiatan reses ini merupakan salah satu wujud keterlibatan langsung wakil rakyat dalam mendengarkan suara masyarakat dan berusaha memenuhi kebutuhan serta aspirasi mereka. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk transparansi dalam proses penyusunan APBD dan pengawasan pelaksanaan anggaran di daerah ini. Sebagai perwakilan rakyat, tugas mereka adalah menjadi pembawa suara yang setia bagi masyarakat yang mereka wakili, dengan harapan mencapai perubahan positif yang lebih besar bagi Kabupaten Murung Raya.

(M. Ilmi)

Penulis: IlmiEditor: St

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *