Brebes. Suluhnusantara.news | Warga Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, mendesak penanganan serius menyusul terjadinya tanah longsor di dua titik wilayah desa setempat. Menyikapi situasi tersebut, jajaran Forkopimcam Paguyangan menggelar rapat koordinasi (rakor) penanganan bencana alam di Aula Kecamatan Paguyangan, Selasa (3/3/2026) pukul 10.00 WIB.
Rakor dipimpin Camat Paguyangan Koko Kusnanto dan dihadiri unsur Forkopimcam serta instansi terkait, di antaranya perwakilan Polsek Paguyangan, Danramil Paguyangan, Asper BKPH Paguyangan, Kepala Desa Cilibur, serta perangkat desa.
Dalam pemaparannya, Camat Koko Kusnanto menjelaskan bahwa longsor terjadi di dua lokasi, yakni area hutan di atas Dukuh Ancik dan tebing jalan di Dukuh Krajan. Hujan deras yang turun secara terus-menerus menjadi pemicu utama pergerakan tanah.

“Longsor di area hutan atas Dukuh Ancik berpotensi berdampak ke permukiman warga, khususnya di Dukuh Ancik dan Dukuh Krajan. Karena itu, perlu langkah cepat dan terkoordinasi,” tegasnya.
Asper BKPH Paguyangan Sasmito menyatakan pihaknya akan memperketat pengawasan dan pengendalian terhadap aktivitas penggarapan lahan di kawasan rawan longsor.
“Kami akan menghentikan penggarapan lahan yang tidak sesuai peruntukan dan berpotensi menyebabkan longsor. Selain itu, kami akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Ia juga menekankan perlunya kolaborasi antara Perhutani, pemerintah desa, dan masyarakat untuk mencegah longsor susulan serta melakukan pengawalan terhadap lahan yang telah diidentifikasi sebagai zona rawan.

Sementara itu, Kepala Desa Cilibur Nurohman menegaskan pentingnya penertiban administrasi lahan garapan.
“Kami ingin ada kejelasan lahan mana yang boleh dan tidak boleh digarap. Perlu adanya imbauan resmi terkait larangan penggarapan di lokasi khusus yang terdampak agar fokus penanganan lebih maksimal,” tegasnya.
Kesepakatan RakorDalam rapat tersebut disepakati sejumlah langkah konkret, antara lain:
- Pemasangan patok merah di lahan khusus 32 F wilayah Perhutani BKPH Paguyangan.
- Pembuatan dan pemasangan banner larangan penggarapan di area rawan.
- Perbaikan infrastruktur desa yang terdampak longsor.
- Program reboisasi dan rehabilitasi lahan oleh Perhutani.
Seluruh pihak sepakat untuk bersinergi dalam percepatan penanganan bencana serta meminimalisir risiko longsor lanjutan.
Sebelumnya, pada Senin (2/3/2026), hujan lebat mengguyur wilayah Desa Cilibur sejak pukul 16.30 WIB hingga malam hari. Sekitar pukul 17.30 WIB, tebing penahan jalan di Dukuh Krajan RT 01/01 longsor sepanjang kurang lebih 40 meter dengan kedalaman sekitar 30 meter. Jalan tersebut merupakan jalur poros kabupaten penghubung Cilibur–Bumiayu.
Mendapat laporan tersebut, jajaran Polsek Paguyangan langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan koordinasi bersama pemerintah desa serta Forkopimcam. Petugas juga memasang pembatas dan rambu tanda bahaya di sekitar titik longsor.
Kapolsek Paguyangan mengimbau warga agar tetap waspada dan berhati-hati saat melintasi jalur tersebut, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi.
Dengan langkah terpadu lintas sektor, diharapkan penanganan longsor di Desa Cilibur dapat segera tertangani dan keselamatan warga tetap terjaga. Pungkasnya. (Rizal Sismoro )