Longsor Besar di Cilibur Brebes Putus Jalan Cilibur–Bumiayu, Gedung SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan Ambruk ke Jurang

Brebes. Suluhnusantara.news | Tanah longsor kembali terjadi di Dukuh Krajan RT 01/01, Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Longsor susulan yang dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat ini menyebabkan jalan poros kabupaten yang menghubungkan Cilibur–Bumiayu terputus total.

Material longsoran berupa tanah dan bebatuan menutup badan jalan, sehingga kendaraan tidak dapat melintas. Tidak hanya itu, longsoran juga menyeret salah satu bangunan milik SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan hingga ambruk ke jurang dan mengalami kerusakan berat.

Informasi di lapangan menyebutkan hujan mulai mengguyur wilayah Desa Cilibur sejak sekitar pukul 04.30 WIB hingga pukul 08.30 WIB. Curah hujan yang tinggi membuat kondisi tanah di tebing samping jalan menjadi labil dan akhirnya longsor.

Sejumlah warga mengaku sempat mendengar suara gemuruh dari arah tebing sebelum kejadian. Tak lama kemudian tanah dan batuan meluncur turun dan membawa sebagian bangunan sekolah yang berada di dekat lokasi.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian material cukup besar karena akses jalan utama masyarakat kini terputus, sementara bangunan sekolah mengalami kerusakan parah.

SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan diketahui memiliki 108 siswa dengan 14 tenaga pengajar. Akibat kerusakan bangunan tersebut, kegiatan belajar mengajar untuk sementara dipindahkan ke Gedung Muhammadiyah Cilibur.

Kepala SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan, Ahmad Najib, S.Pd., menyampaikan pihak sekolah langsung mengambil langkah darurat agar kegiatan pendidikan tetap berjalan.

“Kami sangat prihatin atas musibah ini. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Untuk sementara proses belajar mengajar kami relokasikan ke Gedung Muhammadiyah Cilibur agar siswa tetap bisa mengikuti pelajaran,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Brebes, Dani Asmoro, ST., MT., mengatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran UPT DPU wilayah Bumiayu untuk segera meninjau lokasi longsor.

“Saya sudah perintahkan Kepala UPT DPU Bumiayu untuk melakukan survei dan asesmen di lokasi,” jelasnya

Menurutnya, hasil survei tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya, baik untuk perbaikan jalan maupun penguatan tebing yang longsor.

Pasca kejadian, warga bersama perangkat desa langsung melakukan pengecekan di lokasi serta mengamankan area sekitar untuk mengantisipasi longsor susulan. Peristiwa tersebut juga telah dilaporkan kepada pihak terkait.

Pemerintah Desa Cilibur kini berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Brebes, Dinas PUPR, serta aparat TNI dan Polri untuk penanganan awal, termasuk rencana pembersihan material longsoran dan pemasangan pengaman sementara pada tebing yang rawan.

Selain itu, pemerintah setempat juga mengusulkan pembangunan talud atau bronjong permanen serta perbaikan sistem drainase di sepanjang tebing jalan guna mencegah kejadian serupa di kemudian hari.

Akibat longsor tersebut, mobilitas masyarakat yang biasa melintasi jalur Cilibur–Bumiayu terganggu. Warga diimbau untuk tetap waspada karena kondisi geografis wilayah Paguyangan yang berbukit dengan curah hujan tinggi masih berpotensi memicu longsor susulan. Pungkasnya. ( Rizal Sismoro )