Mengaku Dibekingi Tentara, Oknum KSO Abal-abal Hadapi Amarah Warga Sungai Raja

Sungai Raja, Kampar Kiri — SN.News | Upaya perampasan kebun milik warga Desa Sungai Raja, Kecamatan Kampar Kiri, kembali mencuat ke permukaan. Sekelompok oknum yang mengatasnamakan KSO diduga menggunakan identitas palsu dan klaim sepihak untuk menguasai lahan masyarakat, Selasa (6/1/2026).

Tanpa menunjukkan dokumen hukum yang sah, rombongan tersebut mendatangi kebun warga dan secara terbuka mengaku dibekingi tentara. Klaim ini dinilai masyarakat sebagai bentuk intimidasi terang-terangan untuk menekan warga agar menyerahkan lahan yang telah mereka kelola secara turun-temurun.

Aksi arogan tersebut langsung memantik kemarahan warga. Puluhan masyarakat menghadang rombongan oknum KSO di lokasi kebun dan terjadi adu mulut sengit.

Warga dengan tegas menolak segala bentuk perampasan tanah dan menyatakan siap mempertahankan hak mereka secara hukum.Dari hasil penelusuran warga dan tokoh masyarakat setempat, muncul dugaan kuat bahwa aksi ini tidak berdiri sendiri.

Dua nama warga setempat, Sadat dan Sarulah, disebut-sebut sebagai aktor utama yang diduga menggerakkan oknum KSO abal-abal tersebut.

Keduanya diduga memanfaatkan tekanan psikologis, klaim palsu, serta isu backing aparat bersenjata untuk melancarkan penguasaan lahan secara licik.

“Ini bukan sekadar konflik lahan. Ini upaya sistematis merampas hak rakyat dengan cara kotor. Kami tidak akan mundur,” tegas salah seorang warga di lokasi kejadian.

Masyarakat Desa Sungai Raja mengecam keras tindakan tersebut dan menilai kejadian ini sebagai ancaman serius terhadap keamanan desa dan keadilan agraria.

Warga mendesak aparat penegak hukum untuk:

~Mengusut dugaan pemalsuan identitas dan legalitas KSO

~Menyelidiki klaim keterlibatan atau backing aparat bersenjata

~Memanggil dan memeriksa Sadat dan Sarulah yang diduga sebagai dalang

~Memberikan perlindungan hukum penuh kepada masyarakat

Warga menegaskan bahwa tanah rakyat bukan objek permainan oknum, dan setiap bentuk intimidasi, kebohongan, serta perampasan lahan akan dilawan secara terbuka dan melalui jalur hukum.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di Desa Sungai Raja dilaporkan masih tegang namun terkendali. Warga tetap bersiaga menjaga kebun mereka sambil menunggu langkah tegas dari aparat berwenang. (Iskandar)*