Pemkab Murung Raya Gelar Rakor Kepala Desa, Sinergi untuk Pembangunan Menuju Desa Mandiri

Murung Raya,SN.News – Pemerintah Kabupaten Murung Raya melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala Desa se-Kabupaten Murung Raya pada Rabu,( 25/2/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula DPMD ini dihadiri oleh seluruh kepala desa dari berbagai wilayah di wilayah kabupaten, sebagai langkah strategis untuk menyelaraskan kebijakan pembangunan desa serta memperkuat koordinasi lintas sektor di tingkat desa.

Kepala DPMD Murung Raya, Lynda Kristiane menyampaikan bahwa momentum tahun 2026 merupakan peluang emas untuk mempercepat capaian target pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kita harus menunjukkan komitmen bersama agar pembangunan desa dapat berjalan efektif, merata, dan berkelanjutan. Sinergi dan kolaborasi menunjukkan kekuatan kita dalam membangun desa yang mandiri dan sejahtera,” ujarnya.

Dalam arahannya, Lynda menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa, pendamping, serta pemangku kepentingan lainnya. Menurutnya, keberhasilan program pembangunan sangat tergantung pada sinergi yang terukur dan berbasis data yang akurat.

Salah satu fokus utama dalam rencana kerja Pemerintah Kabupaten Murung Raya adalah penanggulangan kemiskinan ekstrem. Penanganan ini dilakukan melalui intervensi program yang tepat sasaran dengan pendekatan berbasis data.

“Pengentasan kemiskinan harus dilakukan secara menyeluruh dan kolaboratif lintas sektor, agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa,” terang Lynda.

Selain itu, penguatan desa berketahanan iklim menjadi prioritas utama. Langkah strategis dalam hal ini meliputi pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, mitigasi risiko bencana, dan pengembangan sektor pertanian sebagai penopang ekonomi masyarakat desa yang merata.

Di bidang kesehatan, Pemkab Murung Raya terus mendorong peningkatan promosi kesehatan serta penyediaan layanan dasar di tingkat desa. Penguatan peran posyandu dan kader kesehatan menjadi salah satu upaya untuk memperluas akses layanan kesehatan yang berkualitas dan merata.

“Kesejahteraan masyarakat sangat bergantung pada kesehatan yang prima. Melalui implementasi inovasi layanan kesehatan di desa, kita berharap masyarakat dapat hidup lebih sehat dan produktif,” kata Lynda.

Dalam aspek ketahanan pangan, optimalisasi program lumbung padi desa menjadi perhatian utama, karena bertujuan menjaga ketersediaan cadangan pangan sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa. Pemerintah pusat dan daerah mendukung penuh kegiatan ini sebagai solusi keberlanjutan dan ketahanan pangan.

Selain program-program tersebut, pemerintah mendukung implementasi kebijakan KDMP (Koperasi Desa Merah Putih) sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola ekonomi desa yang mandiri, akuntabel, dan berbasis masyarakat.

Tak kalah penting, Rakor ini juga menitikberatkan pada percepatan pembangunan infrastruktur desa, seperti jalan desa, sarana air bersih, dan fasilitas umum lainnya. Infrastruktur yang memadai diyakini akan memacu pertumbuhan ekonomi dan memperlancar aktivitas sosial masyarakat.

Lynda Kristiane menambahkan, “Kunci utama keberhasilan pembangunan desa adalah kolaborasi aktif semua pihak—pemerintah, masyarakat, dan swasta—dalam menjaga keberlanjutan pembangunan. Mari bersama kita bangun desa yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan.”

(M.Ilmi)