Tegal. Suluhnusantara.news | Kepedulian terhadap korban bencana kembali ditunjukkan jajaran karyawan dan karyawati Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Barat dengan menyalurkan bantuan sembako dan kebutuhan natura kepada warga terdampak tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jumat (13/02/2026).
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Administratur/Kepala KPH Pekalongan Barat, Maria Endah Ambarwati, bersama unsur manajemen dan perwakilan karyawan di posko bencana Desa Padasari. Bantuan diterima oleh petugas posko sebagai perwakilan warga yang saat ini berada di lokasi pengungsian.

Aksi sosial tersebut merupakan inisiatif bersama seluruh karyawan dan karyawati KPH Pekalongan Barat yang secara sukarela menghimpun donasi. Desa Padasari sendiri merupakan wilayah administratif yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan, sehingga memiliki keterkaitan sosial dan ekologis dengan pengelolaan hutan yang dilakukan Perhutani.
Maria Endah Ambarwati menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata empati dan solidaritas insan Perhutani terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah.
“Kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan harian warga terdampak. Perhutani tidak hanya hadir dalam pengelolaan hutan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk selalu berada di tengah masyarakat, terutama saat terjadi bencana,” ujarnya.
Ia menambahkan, semangat gotong royong dan kepedulian sosial harus terus dijaga sebagai kekuatan bersama dalam menghadapi berbagai ujian, termasuk bencana alam.
Bantuan yang diberikan terbilang signifikan, meliputi kebutuhan pokok dan perlengkapan harian, antara lain:
- 24 karung atau 6 kwintal beras
- 40 dus mi instan
- 80 liter minyak goreng
- 100 botol kecap
- 20 kilogram gula pasir
- 40 galon air mineral
- 5 dus air mineral 600 ml
- 3 dus air mineral 330 ml
- 200 pampers
- 20 sarung
- 32 botol minyak kayu putih
- 4 pak kopi
- Handuk
Warga terdampak menyambut baik bantuan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas perhatian serta dukungan yang diberikan oleh Perhutani KPH Pekalongan Barat.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tegal melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, M. Nursodik, menjelaskan bahwa peristiwa tanah bergerak di Desa Padasari mengakibatkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan.
Beberapa keluarga terpaksa mengungsi demi keselamatan, mengingat kondisi tanah yang masih berpotensi mengalami pergerakan lanjutan. Hingga saat ini, pemerintah daerah bersama masyarakat terus melakukan pemantauan serta langkah penanganan darurat guna mencegah dampak yang lebih luas.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Tegal dan masyarakat Desa Padasari mengucapkan terima kasih kepada Perhutani KPH Pekalongan Barat atas kepeduliannya. Bantuan ini sangat berarti dan membantu meringankan beban warga yang sedang menghadapi musibah,” ungkapnya.
Bencana tanah bergerak yang melanda wilayah tersebut menjadi pengingat pentingnya kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat dalam upaya mitigasi serta penanganan bencana. Solidaritas lintas sektor diharapkan terus terjalin demi mempercepat pemulihan kondisi warga terdampak. (Rizal Sismoro)