Brebes. Suluhnusantara.news | Yayasan Arsa Nur Hasta Indonesia (ANH) Indonesia meresmikan dan mengoperasikan dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Badan Gizi Nasional di Desa Pakujati dan Desa Paguyangan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Selasa (24/2/2026).
Langkah ini mempertegas akselerasi implementasi program pemenuhan gizi nasional di daerah, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia menuju target Generasi Emas Indonesia 2045.
Dua SPPG yang mulai beroperasi di Paguyangan menjadi dapur ke-8 dan ke-9 yang dikelola ANH Indonesia. Kehadirannya difokuskan untuk menjangkau anak usia sekolah dengan skema layanan terstandar dan berkelanjutan.

Ketua ANH Indonesia, Dr. Siis Suhasto, M.Pd., menegaskan bahwa pengelolaan SPPG dilakukan secara profesional dan transparan. Harga paket makanan ditetapkan Rp8.000 untuk porsi kecil dan Rp10.000 untuk porsi besar (harga per paket). Dari skema tersebut, Rp3.000 dialokasikan untuk operasional dapur dan honor karyawan, sementara Rp2.000 menjadi bagian kemitraan layanan.
“Program ini tidak sekadar menyediakan makanan, tetapi membangun sistem layanan gizi yang terukur dan berdaya dampak,” ujarnya.
Ia juga menyoroti persoalan klasik rendahnya asupan kalori anak sekolah. Berdasarkan pengamatan lapangan, banyak anak usia SD hingga SMP hanya mengonsumsi 350–500 kalori saat sarapan, jauh di bawah kebutuhan energi harian ideal yang dapat mencapai 2.000–2.800 kalori, tergantung usia dan aktivitas.
Intervensi melalui SPPG, kata dia, diharapkan mampu meningkatkan fokus belajar, daya tahan tubuh, serta kualitas kesehatan anak secara menyeluruh.
Kepala SPPG Paguyangan, Muh. Arifin Maulana, menekankan bahwa model operasional dapur melibatkan masyarakat sekitar, mulai dari tenaga masak hingga distribusi.
“Ini bukan sekadar program makan bergizi gratis. Kami memberdayakan warga lokal agar manfaat ekonomi juga dirasakan langsung,” katanya.
Senada, Kepala SPPG Pakujati, Nur Azis Zain, memastikan pihaknya terbuka terhadap pengawasan dan evaluasi pemerintah daerah guna menjaga kualitas layanan.
Camat Paguyangan Koko Kusnanto melalui Sekretaris Camat Saripudin, S.Km., M.M., menyampaikan apresiasi atas hadirnya dua SPPG di wilayahnya. Ia menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor agar program berjalan efektif dan kondusif.
Menurutnya, kualitas menu harus memenuhi prinsip gizi seimbang—mengandung karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral—serta memperhatikan variasi, standar halal.
“Pemenuhan gizi yang baik harus dibarengi jaminan kualitas dan keamanan pangan. Itu fondasi utama tumbuh kembang anak,” ujarnya.
Peresmian turut dihadiri unsur Forkopimcam Paguyangan, TNI-Polri, kepala desa, kepala sekolah, guru penerima manfaat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sekitar 50 karyawan SPPG.
Dengan beroperasinya dua dapur tersebut, anak-anak di Desa Pakujati dan Desa Paguyangan kini memiliki akses lebih luas terhadap makanan bergizi terstandar. Kehadiran SPPG di Brebes menjadi bagian dari desain besar penguatan ketahanan gizi nasional yang menyasar daerah secara langsung dan terukur. Pungkasnya. (Rizal Sismoro)