Brebes. Suluhnusantara.news | Komitmen menghadirkan dakwah yang membumi dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah mengemuka dalam pelantikan Pengurus Daerah Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kabupaten Brebes periode 2026–2031, yang digelar di Pendopo Brebes, Sabtu (14/2/2026).
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Momentum tersebut menjadi titik awal pengabdian kepengurusan baru dalam memperkuat peran dakwah sekaligus mengambil bagian strategis dalam pembangunan daerah.
Dalam sambutan tertulis Bupati Brebes yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, ditegaskan bahwa peran DDII di era modern tidak cukup hanya berkutat pada mimbar ceramah. Dakwah, menurutnya, harus bertransformasi menjadi aksi nyata melalui penguatan pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, serta pendampingan sosial yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

“Amanah ini bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab besar untuk menegakkan nilai-nilai dakwah, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta membimbing umat menuju kehidupan yang lebih baik,” demikian pesan Bupati.
Pemerintah Kabupaten Brebes, lanjutnya, membuka ruang sinergi seluas-luasnya dengan DDII guna mewujudkan pembangunan yang inklusif, religius, dan berkeadaban. Kolaborasi yang erat diyakini mampu mempercepat terwujudnya visi Brebes Beres yang maju dan bermartabat.
Ketua DDII Kabupaten Brebes terpilih, Rofiq Qoidul Adzam Rofiq, menegaskan komitmennya menjadikan DDII sebagai organisasi yang profesional, inklusif, dan adaptif terhadap tantangan zaman.
Ia memaparkan tiga pilar utama yang menjadi arah gerak kepengurusan periode 2026–2031.
Pertama, sinergi dakwah, yakni memperkuat kolaborasi lintas organisasi kemasyarakatan Islam demi menjaga ukhuwah dan kesejukan di tengah masyarakat.
Kedua, kontribusi pembangunan, dengan mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah, baik di sektor keagamaan maupun sosial kemasyarakatan.
Ketiga, kemitraan strategis, yaitu mendukung penuh program pemerintah daerah guna mengakselerasi visi Brebes Beres yang bermartabat dan religius.
“DDII harus hadir sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus pelayan umat. Dakwah tidak hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi juga menjawab persoalan sosial secara konkret,” tegas Rofiq.
Puncak acara diisi tausiyah kebangsaan oleh Ketua DDII Provinsi Jawa Tengah, Dr Ahmad Syafei. Ia mengingatkan bahwa kepengurusan baru memikul amanah mulia yang sarat tantangan di tengah dinamika sosial dan arus modernisasi.
“Dakwah adalah jalan panjang membela agama sekaligus menjaga keutuhan NKRI. Pengurus harus bergerak dengan militansi yang ikhlas dan semangat juang yang tidak pernah padam,” ujarnya.
Pelantikan ini menandai babak baru kiprah DDII Brebes sebagai kekuatan dakwah yang progresif—tidak hanya menguatkan nilai keagamaan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah. Pungkasnya. (Rizal Sismoro)