Jember – Suluhnusantara. News, // Dalam layanan kesehatan di wilayah timur Kabupaten Jember kini dipacu dalam satu irama melalui gerakan “Satu Hati satu Rasa satu cinta yang diinisiasi Rumah Sakit Daerah (RSD) Langkah ini menjadi simbol komitmen bersama untuk memperkuat sistem rujukan terpadu agar lebih responsif dan terkoordinasi, acara di selenggarakan pada hari Rabu( 26 februari 2026)
Direktur RSD Kalisat, dr. Nurullah Hidajahningtya, MM, menjelaskan Kami ingin memastikan masyarakat Jember timur mendapatkan pelayanan yang cepat, aman, dan bermutu. Dengan satu hati, kami yakin target tersebut dapat tercapai,” pungkasnya.
Langkah konsolidasi ini diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi terwujudnya sistem rujukan terpadu yang efektif, sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di kawasan timur Kabupaten Jember.
Memasuki bulan Ramadan, RSD Kalisat menyesuaikan jadwal layanan rawat jalan yang dimulai pukul 07.30 WIB, sementara Unit Gawat Darurat tetap beroperasi penuh selama 24 jam. Pihak rumah sakit juga aktif memperbarui informasi layanan melalui media sosial resmi guna memastikan masyarakat memperoleh akses informasi yang cepat dan akurat.
Ke depan, RSD Kalisat menargetkan pada 2026 tidak ada lagi kasus kematian ibu dan bayi di wilayah layanannya. Target tersebut ditempuh melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan sarana dan prasarana, serta koordinasi yang lebih intensif dengan puskesmas dan klinik sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan,
pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat layanan kesehatan masyarakat.
“Sinergi ini penting agar tidak ada lagi miskomunikasi antar fasilitas kesehatan. Kami ingin pelayanan rujukan berjalan lebih efektif sehingga pasien tidak mengalami keterlambatan penanganan,
Ia menjelaskan, sebagai rumah sakit tipe C dengan kapasitas 112 tempat tidur, RSD Kalisat memegang peran strategis dalam menopang pelayanan kesehatan di wilayah timur Kabupaten Jember. Cakupan layanannya meliputi Kecamatan Kalisat, Silo, Sukowono, Ledokombo, Sumberjambe, Mayang, dan Pakusari, serta menerima rujukan dari Umbulsari, Jelbuk, dan Arjasa. Dengan dukungan 20 dokter spesialis dan sekitar 1.200 tenaga kesehatan, rumah sakit ini menjadi salah satu pusat rujukan utama di kawasan tersebut.
Program tersebut melibatkan jajaran manajemen rumah sakit, tenaga medis, unsur LSN, Srikandi, hingga para camat di kawasan timur Jember. Tujuannya jelas, yakni memastikan proses rujukan pasien dari fasilitas kesehatan tingkat pertama ke rumah sakit berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan terintegrasi. Inisiatif ini juga sejalan dengan arah kebijakan pembangunan kesehatan yang dicanangkan Bupati Jember, Muhammad Fawait, terutama dalam menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB),”ucap dr. Nurullah.
Reporter : Ridwan