Trenggalek, — Suluhnusantara. News, // Perkerisan Adicitra Nusantara menyelenggarakan Sarasehan Perkerisan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan di Sekretariat Kadang DEKAT. Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut dihadiri oleh berbagai komunitas perkerisan dari latar belakang yang berbeda.
Meski berasal dari komunitas keris yang beragam, suasana diskusi berlangsung guyup, terbuka, dan saling menghargai. Semangat kebersamaan menjadi warna utama dalam pertemuan ini, menunjukkan bahwa perbedaan wadah bukanlah penghalang untuk bersatu dalam visi pelestarian budaya.

Sarasehan ini menjadi langkah awal yang penting dalam ikhtiar pengurus Perkerisan Adicitra Nusantara untuk membangun ruang dialog yang sehat, ilmiah, dan berlandaskan nilai-nilai luhur budaya Nusantara. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh jajaran pengurus, yaitu Kang Mas Rakyan Umbara, Kang Mas Abas, dan Ni Mas Maya.
Dalam forum tersebut, para peserta berdiskusi mengenai pentingnya merawat warisan leluhur secara arif dan bertanggung jawab, memperkuat pemahaman tentang tosan aji, serta membangun sinergi antar komunitas perkerisan di Trenggalek dan sekitarnya.
Sarasehan ini bukan sekadar pertemuan, melainkan menjadi titik awal konsolidasi budaya — mempertemukan gagasan, mempererat silaturahmi, dan meneguhkan komitmen bersama untuk menjaga marwah perkerisan sebagai bagian dari identitas bangsa.
Ke depan, Perkerisan Adicitra Nusantara berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang-ruang diskusi dan edukasi yang inklusif, agar warisan budaya tidak hanya dikenang, tetapi dipahami, dirawat, dan diwariskan secara berkelanjutan.
“Kuncaraning bangsa dumunung haneng luhuring budaya.”
Kemuliaan bangsa terletak pada keluhuran budayanya.
Pewarta : Sugeng