Serai Wangi Cirendeu Menggeliat! Dari Lereng Girijaya, Harum yang Siap Tembus Pasar Nasional

SUKABUMI – Suluhnusantara. News, // Siapa sangka, dari hamparan hijau di Kampung Cirendeu, Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, aroma wangi yang menyengat justru menjadi harapan baru perekonomian warga.selasa, (3/3/2026).

Serai wangi kini bukan sekadar tanaman biasa. Di tangan para petani Girijaya, komoditas ini menjelma menjadi “emas hijau” yang nilainya terus merangkak naik. Daunnya dipanen, disuling, lalu menghasilkan minyak atsiri berkualitas yang diburu pasar.

Hamparan kebun serai wangi terlihat membentang di lereng-lereng perbukitan Cirendeu. Udara sejuk Nagrak dan kondisi tanah yang subur menjadi faktor utama tumbuh suburnya tanaman ini. Kandungan sitronelal dan geraniolnya tinggi dua unsur penting yang membuat minyak serai wangi diminati industri kosmetik, aromaterapi hingga produk anti-nyamuk alami.

“Sekarang permintaan terus ada. Kalau dikelola maksimal, ini bisa jadi unggulan desa,” ujar salah satu petani setempat penuh optimisme.

Tak hanya menjual daun segar, sebagian warga mulai mengembangkan penyulingan tradisional. Asap tipis dari tungku penyulingan menjadi simbol kebangkitan ekonomi desa. Dari proses itulah lahir minyak serai wangi bernilai jual tinggi.

Potensi ini dinilai mampu menjadi lokomotif ekonomi baru bagi Desa Girijaya. Dengan dukungan pelatihan, permodalan, dan pemasaran yang tepat, bukan tidak mungkin produk “Serai Wangi Cirendeu” akan memiliki merek tersendiri dan menembus pasar nasional bahkan ekspor.

Di tengah tantangan ekonomi, warga Girijaya membuktikan bahwa desa punya kekuatan. Dari tanah perbukitan Nagrak, harum serai wangi kini membawa asa mengalir dari Cirendeu untuk Indonesia.

Reporter : Idam ( Kaperwil Jabar)