Banyuasin Barokah – Suluhnusantara.News | Syukuran keberangkatan umrah Bapak Asmadi Jasi, kakak kandung dari Dr. H. Askolani Jasi, S.H., M.H., Bupati Banyuasin periode 2025–2030, digelar secara sederhana namun sarat makna dan penuh nuansa kekeluargaan, Selasa (16/12/2025).
Acara yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan di kediaman Bapak Asmadi Jasi, lingkungan RT 72 RW 14 Kelurahan Sukajadi Timur, Kecamatan Talang Kelapa, sebagai ungkapan rasa syukur menjelang keberangkatan ke Tanah Suci yang dijadwalkan pada 25 Desember 2025.Hadir dalam kegiatan tersebut Dr. H. Askolani Jasi, S.H., M.H., Bupati Banyuasin, Muhammad Aminuddin, Asisten I Kabupaten Banyuasin, Salinan, S.Sos., M.M. Camat Talang Kelapa, Ketua RT 72 RW 14 Kelurahan Sukajadi Timur, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.
Turut hadir pula anggota DPRD Banyuasin Komisi I Dapil X Sumatera Selatan, Syarif Hidayatullah.Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, Surat Yasin, dan doa bersama, memohon keberkahan serta kelancaran dalam menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci.
Dalam sambutannya mewakili tuan rumah, Dr. H. Askolani Jasi, S.H., M.H. menyampaikan pesan penuh makna kepada kakanda tercinta yang akrab disapa Nang Madi, sekaligus kepada seluruh hadirin. Ia menegaskan bahwa ibadah umrah dan haji merupakan perjalanan spiritual dalam upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT, yang diharapkan membawa kemabruran dan dijalankan sesuai tuntunan syariat.
“Mabrur atau tidaknya ibadah haji maupun umrah dapat dilihat dari perubahan perilaku sebelum dan sesudahnya,” ujar Askolani.“Kalau setelah pulang justru berubah menjadi pelit, berarti umrahnya belum mabrur,” tambahnya,
disambut ger tawa jamaah yang hadir.Pesan ini mengisyaratkan bahwa esensi ibadah tercermin dari akhlak dan kepedulian sosial, bukan semata ritual.Sebagai wujud rasa syukur dan kepedulian sosial, Bapak Asmadi Jasi(Nang Madi) beserta keluarga tidak hanya mengundang warga sekitar, namun juga menyerahkan cinderamata berupa paket sembako dan amplop sekadarnya kepada para lansia serta tidak kurang dari 21 anak yatim,usai bersantap malam bersama.
Kegiatan syukuran ini diharapkan membawa keberkahan, mempererat tali silaturahmi, serta menjadi momentum untuk menumbuhkan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.JAMHADI (Dewausil)