147 Rumah Terdampak Tanah Bergerak di Sirampog Brebes, Warga Sridadi Harap Hunian Tetap

Brebes. Suluhnusantara.news | Bencana tanah bergerak melanda Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, dan berdampak pada ratusan warga. Sebanyak 147 rumah di Dukuh Makam dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari kategori ringan hingga berat, setelah hujan deras berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak 23 Januari 2026.

Selain Dukuh Makam, pergerakan tanah juga dirasakan warga Dukuh Bojongsari yang berada di RW berbeda. Warga menyebut kejadian tersebut berlangsung hampir bersamaan dengan peristiwa serupa di wilayah Bumiayu.

“Kejadiannya hampir serentak setelah hujan deras waktu itu,” ujar salah seorang warga.

Merespons situasi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes bersama Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Fraksi PDI Perjuangan, dr. Messy Widiastuti, M.A.R.S., turun langsung ke lokasi pada Kamis (12/2/2026). Kunjungan dilakukan setelah menerima laporan dari pengurus dan relawan di lapangan.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan menyalurkan bantuan berupa kebutuhan dapur, lauk-pauk, serta logistik untuk membantu warga yang rumahnya terdampak. Bantuan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan konsumsi harian masyarakat.

Ketua RT setempat, Andi, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan. “Kami sangat berterima kasih. Bantuan ini sangat membantu kebutuhan dapur warga,” ujarnya.

Dalam dialog bersama warga, dr. Messy menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang terjadi. Ia menegaskan kehadirannya bersama relawan Baguna dan kader PDI Perjuangan sebagai bentuk kepedulian untuk meringankan beban masyarakat.

“Kami datang membawa bantuan sesuai kebutuhan yang disampaikan relawan di lapangan, yaitu kebutuhan dapur. Semoga ini bisa membantu,” katanya.

Ia juga menyatakan akan berkoordinasi dengan dinas serta pihak terkait agar penanganan dilakukan secara maksimal, termasuk upaya penyediaan hunian yang layak dan aman bagi warga terdampak.

“Kami akan mendorong langkah konkret agar ada solusi jangka panjang. Keselamatan warga menjadi prioritas,” tambahnya.

Warga berharap pemerintah segera mengambil keputusan terkait relokasi permanen. Mereka menginginkan hunian tetap (huntap), bukan hanya hunian sementara (huntara), mengingat kondisi tanah dinilai sudah tidak stabil dan rawan terjadi pergerakan susulan.

Di tengah masih berlangsungnya musim hujan, masyarakat diimbau tetap waspada dan menjaga kesehatan. Pemerintah daerah bersama instansi teknis diharapkan segera melakukan kajian menyeluruh guna memastikan keselamatan dan kepastian tempat tinggal bagi warga terdampak di wilayah Brebes Selatan. Pungkasnya. (Rizal Sismoro)