Dugaan Intimidasi Wartawan Muncul di Tengah Pengungkapan Kasus Mafia Solar di Pelalawan

Pelalawan~SN.News // Kasus dugaan mafia solar bersubsidi di wilayah Kerinci terus berkembang dan memunculkan sejumlah kejanggalan baru. Setelah sebelumnya nama seorang tokoh berinisial Imam yang diduga terkait jaringan distribusi BBM ilegal menjadi sorotan, kini muncul dugaan upaya intimidasi terhadap wartawan yang meliput kasus tersebut.

Seorang jurnalis yang aktif memberitakan isu ini mengaku dihubungi oleh sosok tak dikenal yang mengaku sebagai anggota kepolisian dari Polda Riau. Orang tersebut memperkenalkan diri sebagai “Brigpol Dirman” dan menyebut berasal dari Unit 4 Subdit IV Tipidter Ditkrimsus.

Dalam pesannya, ia menyatakan ingin menelusuri pelaku dan pihak yang diduga membekingi aktivitas gudang minyak ilegal. Namun, yang menimbulkan kecurigaan adalah permintaan identitas wartawan serta gaya komunikasi yang dinilai tidak lazim.

Merasa janggal, tim media kemudian melakukan klarifikasi langsung kepada anggota kepolisian yang namanya disebut. Hasilnya mengejutkan. Brigpol Dirman yang sebenarnya membantah tidak pernah menghubungi wartawan atau redaksi tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya bukan bertugas di Polda Riau, melainkan di tingkat Polres.Lebih lanjut, penelusuran menunjukkan bahwa nomor yang digunakan pelaku justru terdeteksi berasal dari wilayah Jawa Timur, bukan dari Riau.

Temuan ini menguatkan dugaan bahwa ada pihak yang sengaja menyamar sebagai aparat untuk memperoleh informasi sensitif, termasuk identitas jurnalis yang tengah melakukan investigasi.

Sejumlah indikasi mengarah pada upaya intimidasi terselubung, di antaranya penggunaan identitas palsu aparat, permintaan data wartawan, serta kemunculan pesan tersebut tepat setelah pemberitaan terkait mafia BBM mencuat ke publik.

Pihak media pun mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut kasus ini, termasuk melacak pemilik nomor telepon yang digunakan serta menindak tegas penyalahgunaan nama institusi kepolisian.

Selain itu, perlindungan terhadap jurnalis dinilai penting agar kerja-kerja investigasi dapat berjalan tanpa tekanan.Kasus ini menambah daftar panjang tantangan yang dihadapi pers dalam mengungkap dugaan praktik ilegal.

Di sisi lain, kemunculan sosok misterius tersebut justru memperkuat dugaan bahwa ada kepentingan besar yang berupaya ditutupi di balik kasus mafia solar bersubsidi di Pelalawan.

Media menegaskan akan terus melanjutkan investigasi dan tidak akan mundur menghadapi segala bentuk tekanan. (Tim investigasi)*