Pangkalpinang, — Suluhnusantara.News — di Rumah Dinas Walikota Pangkalpinang, prof. Udin menerima kunjungan Edi dan Gusti. Dalam pertemuan tersebut terjalin hangat komunikasi akademik. Percakapan yang dimulai pukul 20.00 WIB berakhir hingga 21.30 WIB. Penuh dengan cerita akademis. 14/04/2026
Berawal dari pengenalan alat bathimetri (pemetaan laut), prof. Udin sangat antusias. Alat ini dibuat oleh Edi Irawan dan rekan-rekan selama 4 tahun terakhir. Semua penelitian, percobaan dan perancangan dilakukan secara mandiri.
Alat bathimetri ini dapat membuat peta kontur tanah di dasar permukaan laut. Dengan tiga baterai 5200 mAH, double propeller, penerangan, gps, sonar dan modul elektrikal, alat ini mampu beroperasi seluas 400 Ha. Jangkauan kontrol menggunakan transceiver 2,5 KM. Perangkat tersebut dilengkapi telemetri dan dapat dikontrol menggunakan remot kontrol dan laptop. Biaya yang telah dihabiskan dalam proses pembuatan perangkat ini sekita 70 juta.
“Saya sangat mengapresiasi hasil ini. Biasanya kita mendengar inovasi-inovasi seperti ini lahir dikampus-kampus besar seperti ITB, UI dan sebagainya. Namun hari ini saya dapat melihat bahwa anak putra daerah kita sendiri mampu membuatnya. Saya sangat mendukung, apalagi alat ini digunakan untuk penelitian. Bermanfaat pula bagi kaum cendekia di tempat kita” tutur prof. Udin dalam diskusi santai Edi dan Gusti.
Menurut Edi pemuda-pemuda Bangka Belitung, khususnya Kota Pangkalpinang saat ini sudah saatnya untuk membuat produk konkret. Yakni produk yang menyentuh lansung dalam ruang-ruang ketenaga-ahlian dan profesional.
“Sudah saatnya kita harus bertanggung jawab terhadap keilmuan kita. Pemuda kita harus mampu membuat produk konkret yang harusnya langsung bersinggungan dengan kebutuhan profesional. Lulusan perguruan tinggi wajib mengemban pekerjaan profesional. Jangan terkurung dalam gaung UMKM. Bukan persoalan jadi apa, mari kita bangun semangat bersama bahwa di luar sana ada banyak hal yang membuka peluang kita bersama. Biarkan UMKM menjadi peluang bagi kawan-kawan yang pendidikannya SMA dan sederajatnya. Jangan lulusan perguruan tinggi semakin mempersempit peluang mereka yang belum mampu mencapai jenjang pendidikan diperguruan tinggi. Mari kita sama-sama seling mengisi dan berkembang” terang Edi pada awak media.
Percakapan satu setengah jam begitu terlihat dengan efektifnya. Membahas dunia akademik, membahas perkembangan tata ruang kota, membahas pandangan sosial politik dan budaya Kota Pangkalpinang.
Gusti turut menuturkan tanggapannya dalam pertemuan pihaknya dengan Walikota Pangkalpinang.
“Kami berterima kasih kepada Walikota yang telah menerima kami dengan hangat. Saya ingin sampaikan kepada masyarakat luas, bahwa Walikota adalah pemimpin kita, dan ruang tamunya adalah milik kita sebagai warga masyarakat Kota Pangkalpinang. Kami terkesan dengan tutur penyampaian yang penuh dengan nuansa akademis. Kami harap mudah-mudahan Bang prof. Udin menjadi pewarna utama sebagai cendekia yang peduli terhadap masa depan masyarakatnya” tutup Gusti.
Gusti adalah salah satu pengamat kebijakan publik yang sangat getol dengan tata ruang dan pelayanan publik. Diberbagai kesempatan gusti tajam mengkritik kebijakan Perencanaan Tata Ruang Wilayah. Khususnya keterbukaan dan alasan dari Ranperda RTRW yang saat ini ramai diperbincangkan. Gusti melihat ini adalah masalah esensi yang harus diselesaikan untuk warisan kecerdasan generasi ke depan dan Kota Pangkalpinang. (DWN)
