Murung Raya,SN.News – Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu Sungai Barito selama beberapa hari terakhir memicu banjir besar di sejumlah desa di Kecamatan Seribu Riam, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah. Desa Muara Joloi tercatat sebagai lokasi terdampak paling parah dalam peristiwa tersebut.
Air yang meluap dari Sungai Barito mulai merendam pemukiman warga sejak Senin malam, 14 April 2025. Hingga Selasa pagi, tercatat sedikitnya 75 rumah warga di Desa Muara Joloi terendam, dengan ketinggian air mencapai lima meter di beberapa titik.

Sebanyak delapan kepala keluarga (KK) terpaksa menghentikan aktivitas harian mereka. Warga yang tinggal di dataran rendah bahkan harus mengevakuasi diri ke tempat yang lebih aman. Sebagian besar menggunakan perahu untuk menyelamatkan barang-barang penting dari dalam rumah yang hampir tenggelam hingga ke atap.
“Setiap musim hujan, banjir memang kerap datang, namun kali ini jauh lebih besar dari sebelumnya,” ungkap Rusmin Nuryadin, Kepala Desa Muara Joloi 1 pada Selasa, (15/4/2025).

Menanggapi kondisi darurat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Murung Raya bersama pemerintah kecamatan telah mendirikan posko darurat, termasuk dapur umum untuk mendukung kebutuhan para pengungsi.
“Kami terus memantau situasi dan menyalurkan bantuan darurat. Harapan kami, air segera surut agar warga bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” tambah Rusmin.
Sementara itu, Kepala BPBD Murung Raya, Fitrianul Fahriman, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh tingginya intensitas hujan di daerah hulu Sungai Barito. Selain merendam rumah warga, genangan juga meluas hingga ke fasilitas umum seperti puskesmas dan pasar.
“Biasanya banjir seperti ini berlangsung 1–2 hari. Semoga tidak ada korban jiwa dan situasi segera pulih,” ujarnya.
Pemerintah daerah kini terus bersiaga sembari mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih cukup tinggi di wilayah tersebut.
(M.Ilmi)
