Murung Raya,SN.News – Curah hujan dengan intensitas tinggi beberapa hari terakhir memicu banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Murung Raya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Murung Raya memastikan kesiapsiagaan terus ditingkatkan untuk menghadapi potensi banjir susulan.
Kepala BPBD Murung Raya, Fitrianul Fahriman, mengungkapkan bahwa genangan sempat melanda desa-desa di Kecamatan Tanah Siang, Laung Tuhup, serta sejumlah wilayah di sekitar anak Sungai Maruwei dan Sungai Babuat.
Meski demikian, kondisi di tiga kecamatan tersebut kini berangsur normal.“Banjir di anak sungai umumnya cepat surut, hanya dalam 4–6 jam setelah hujan deras berhenti. Saat ini sebagian besar wilayah terdampak sudah kembali normal,” jelas Fahriman, Jumat (22/8/2025).
BPBD bersama aparat desa, TNI-Polri, dan relawan telah melakukan penyaluran bantuan logistik, membersihkan lumpur yang menggenangi pemukiman serta akses jalan, hingga mendata rumah warga yang rusak. Dari hasil pendataan awal, beberapa rumah mengalami kerusakan pada bagian dapur dan masih dalam tahap verifikasi pemerintah desa.
Meski kondisi di sejumlah titik mulai membaik, Fahriman mengingatkan masyarakat agar tetap siaga. Pasalnya, Sungai Barito masih menunjukkan peningkatan debit air dan berpotensi meluap. Laporan dari lapangan menyebutkan wilayah Seribu Riam, Simbar Barito, Kecamatan Permata Intan, Urung, Laung Tuhup, hingga Batura sempat terendam banjir.
“BPBD terus berkoordinasi dengan desa dan kecamatan. Apabila diperlukan, kami siap mendukung pembukaan dapur umum, menyalurkan logistik tambahan, hingga mengaktifkan posko siaga bersama relawan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan tenaga kesehatan,” tambahnya.
Ia menegaskan, seluruh personel dan peralatan BPBD disiagakan untuk evakuasi darurat. Masyarakat di daerah rawan banjir diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika membutuhkan pertolongan.“Harapan kita semua, banjir ini bisa segera reda. Namun kewaspadaan harus tetap dipertahankan,” tutupnya.(M.Ilmi)
