BREBES. Suluhnusantara.news – Harapan baru tumbuh di Desa Rungkang, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes. Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Brebes dan PT Djarum lewat program Corporate Social Responsibility (CSR), warga mulai merasakan perubahan nyata melalui bantuan rumah layak huni dan pembangunan sanitasi terpadu yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Kick Off Ceremony program kolaborasi tersebut digelar hangat dan penuh kebersamaan di halaman Kopdes Merah Putih Desa Rungkang, Rabu (29/4/2026), dengan dihadiri jajaran pemerintah daerah, pimpinan PT Djarum, Djarum Foundation, serta masyarakat penerima manfaat.
General Manager Community Development Djarum Foundation, Achmad Budiharto, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Program Rumah Sederhana Layak Huni CSR PT Djarum ini kami jalankan untuk mengangkat kualitas hidup masyarakat. Sanitasi terpadu yang baik akan berdampak langsung pada kesehatan, lingkungan, dan kesejahteraan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya ingin program CSR tidak berhenti pada pembangunan fisik semata, tetapi mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju pola hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Sebagai tahap awal, sebanyak 10 keluarga di Desa Rungkang menerima bantuan rumah sederhana layak huni dengan nilai sekitar Rp70 juta per unit. Bantuan tersebut menjadi simbol perubahan dari kondisi serba terbatas menuju kehidupan yang lebih aman, nyaman, dan bermartabat.
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan program tersebut. Menurutnya, keberhasilan pembangunan berbasis masyarakat sangat bergantung pada keterlibatan aktif seluruh elemen, mulai dari pemerintah, desa, hingga warga itu sendiri.
“Keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan seluruh elemen, baik pemerintah, desa, maupun masyarakat itu sendiri,” ungkapnya.
Paramitha menjelaskan, sanitasi terpadu bukan hanya soal pembangunan fasilitas, tetapi juga bagian dari edukasi masyarakat mengenai pentingnya sanitasi aman dan akses air bersih yang layak. Ia menilai program ini harus menjadi langkah awal dari kerja jangka panjang yang terus dikawal agar manfaatnya benar-benar berkelanjutan.
Rasa syukur juga datang dari warga penerima manfaat. Salah satu penerima bantuan, Roqiyah, mengaku terharu atas perhatian yang diberikan pemerintah dan pihak swasta.
“Matursuwun Ibu Bupati dan PT Djarum, sekarang kami bisa tinggal di rumah yang layak. Alhamdulillah,” tuturnya.
Ungkapan sederhana tersebut menjadi bukti bahwa program ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat.
Program kolaborasi ini merupakan bagian dari momentum 75 tahun PT Djarum dan 40 tahun Djarum Foundation, sekaligus memperkuat komitmen Bakti Pada Negeri yang telah hadir di Brebes sejak 2012. Jika sebelumnya fokus pada penghijauan jalur Pantura, kini kontribusi diperluas ke sektor perumahan, sanitasi, dan pemberdayaan ekonomi desa.
Secara keseluruhan, program ini mencakup tiga pilar utama, yakni pembangunan rumah layak huni, sanitasi terpadu di tiga desa melalui pembangunan 100 unit fasilitas sanitasi dan sambungan air bersih, serta penguatan ekonomi desa melalui BUMDes dan koperasi di lima desa.
Pemerintah Kabupaten Brebes mencatat masih terdapat ratusan rumah tidak layak huni dan keterbatasan akses sanitasi di Desa Rungkang. Karena itu, program ini menjadi langkah awal untuk mempercepat perbaikan secara bertahap, disertai pendampingan agar manfaatnya terus berlanjut.
Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha ini diharapkan menjadi model pembangunan yang berpihak pada rakyat, sekaligus menjadi pijakan menuju Brebes yang lebih sehat, layak huni, dan sejahtera—dimulai dari desa, untuk masa depan yang lebih baik. Pungkasnya. ( Rizal Sismoro )
