Brebes. Suluhnusantara.news | FORUM MERAH PUTIH BUMIAYU BREBES menggelar diskusi rekayasa lalu lintas dalam rangka meningkatkan ketertiban dan kelancaran arus kendaraan di wilayah Kota Bumiayu, Senin (23/2/2026) pukul 17.00–18.30 WIB di Aula Mapolsek Bumiayu.
Kegiatan yang dihadiri sekitar 25 peserta ini membahas solusi konkret atas masih maraknya kendaraan berat yang melintas di jalur dalam kota.
Diskusi menghadirkan unsur Forkopimcam, Dinas Perhubungan, kepolisian, TNI, tokoh masyarakat, serta perwakilan media Brebes Selatan.

Ketua Forum Merah Putih Bumiayu, Imam Santoso, menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta. Ia menegaskan bahwa diskusi tersebut bertujuan mencari solusi atas masih ramainya truk dan bus besar yang melintas di Jalan P. Diponegoro Bumiayu.
Menurutnya, ruas tersebut sebelumnya merupakan jalan nasional. Namun setelah beroperasinya Jalan Lingkar Bumiayu, statusnya berubah menjadi jalan kabupaten. Meski demikian, kendaraan berat masih kerap melintas di jalur dalam kota yang padat aktivitas warga.
“Kami berharap ada solusi nyata agar kendaraan besar dialihkan ke Jalan Lingkar Bumiayu demi keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Brebes yang diwakili Kabid Lalu Lintas, Dian Prasetyo, S.Si.T., menjelaskan bahwa sebelumnya telah digelar Rapat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pada 22 Januari 2026 di Aula Kantor Kecamatan Bumiayu.
Hasil rapat tersebut telah dilaporkan dan diajukan ke Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, termasuk usulan pemasangan rambu-rambu lalu lintas dan pembangunan bundaran atau pulau jalan di Simpang Tiga Rancakalong Bumiayu dan Simpang Tiga Pagojengan Paguyangan.
“Usulan ini bertujuan mencegah kendaraan sumbu tiga ke atas masuk ke dalam kota Bumiayu,” jelasnya.
Kasat Lantas Polres Brebes yang diwakili Kanit Kamsel Aiptu Destian Adi Prayogo, S.H., menyampaikan bahwa pihaknya sangat konsen terhadap keamanan dan keselamatan lalu lintas di wilayah hukum Polres Brebes, termasuk Kecamatan Bumiayu.
Ia mengakui adanya kendala keterbatasan jumlah personel di lapangan. Meski demikian, Satlantas bersama Dishub dan Forum Lalu Lintas telah melakukan survei di titik-titik rawan dan mengusulkan pembangunan pulau jalan di dua persimpangan strategis tersebut.
Selain itu, pihaknya juga menyoroti kondisi jalur penyelamat di wilayah Kretek dan Pagojengan yang dinilai sudah tidak layak dan perlu segera dibenahi guna mengantisipasi kecelakaan akibat rem blong.
“Hasil diskusi hari ini akan kami laporkan kepada pimpinan untuk menjadi dasar kebijakan yang dapat segera dieksekusi,” tegasnya.
Perwakilan warga, Wawan Bambang AK, menekankan bahwa masyarakat membutuhkan kepastian tindakan nyata di lapangan, bukan sekadar diskusi.
Ia meminta agar jika Jalan P. Diponegoro telah resmi menjadi jalan kabupaten, maka perlu segera diterbitkan peraturan bupati (Perbup) dan dilakukan penegakan hukum tegas terhadap pelanggaran kendaraan berat yang masih melintas.
Tokoh masyarakat lainnya, Syaiful, turut menyoroti maraknya balap liar dan penggunaan knalpot brong yang meresahkan warga. Ia berharap aparat kepolisian melakukan penindakan tegas melalui tilang agar menimbulkan efek jera.
Kapolsek Bumiayu AKP Edi Mardiyanto, S.E., yang diwakili Kanit Samapta Aiptu Riyanto Budiasih, S.H., menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa Polsek Bumiayu bersama Pos Lantas dan Dishub telah melakukan patroli gabungan di Simpang Tiga Rancakalong dan Simpang Tiga Pagojengan untuk mencegah kendaraan besar masuk ke kota.
Selain itu, aparat juga rutin membubarkan aksi balap liar yang kerap terjadi di Jalan Lingkar maupun Jalan P. Diponegoro, khususnya pada sore hari dan malam akhir pekan.
“Kami berharap forum ini menjadi langkah terakhir sebelum aksi nyata di lapangan. Masyarakat membutuhkan rasa aman dan nyaman saat beraktivitas,” ujarnya.
Diskusi ditutup dengan buka puasa bersama. Seluruh pihak sepakat bahwa rekayasa lalu lintas di Kota Bumiayu harus segera direalisasikan melalui sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, TNI, dan masyarakat
Upaya pembatasan kendaraan berat, pembenahan jalur penyelamat, serta penindakan balap liar menjadi prioritas bersama demi terciptanya keamanan dan keselamatan berlalu lintas di Kecamatan Bumiayu. Pungkasnya. (Rizal Sismoro)