Padang~Suluhnusantara.News | Keserakahan yang dilakukan oleh Auyendi Fahri (AF) untuk menguasai warisan Pusako tinggi kaum memang fakta dan benar adanya. Hal ini juga sudah di ketahui kalangan masyarakat. Bahkan berkali – kali menggadaikan lahan Pusako tinggi tersebut dan akhirnya menjual sebagian lahan kepada pihak kampus Stifarm secara diam-diam dari kaumnya. Senin (23 /12/ 2024).
Karena di tahun 2017 tersebut, Ermawati mendatangi salah seorang pihak yayasan .untuk mempertanyakan. Surat pernyataan akta jual belinya. Namun orang tersebut menyuruh Ermawati untuk mendatangi notarisnya yang bernama Marta Lena di daerah Muara palam kota Padang .

Dari arahan salah seorang pihak yayasan, Ermawati Jamaludin Malin Sutan beserta rombongan keluarga mendatangi kantor notaris Marta Lena, namun Marta Lena tidak bisa di temui.
Dari keterangan stafnya, Ermawati beserta rombongan mendapat penjelasan bahwa silsilah keturunan dari almarhum Saudah memang adanya lima orang .
Dan untuk keterangan lebih lengkapnya di dapat dari mamak Kapalo paruik . Yaitu mamak ( paman ) dalam suku dan di lanjutkan penelusurannya kepada niniak mamak dalam nagari, pangulu dalam suku Caniago di kantor kerapatan adat nagari.

Dari penelusuran tersebut di dapat semua dokumen rekayasa dan termasuk pemalsuan tanda tangan .
Di tambah lagi menghilangkan anggota kaum. Keluarga dalam silsilah keturunan yang mempunyai hak yang sama dalam warisan yang di kuasai AF .
Lahan yang berlokasi di pagang dalam RT 02 dan 03 , RW 08 kelurahan Kurao pagang, kecamatan Nanggalo yang kini sudah di kuasai oleh yayasan kampus Stifarm seluas 1056 meter persegi.
Diduga belum mempunyai dokumen kepemilikan yang sah, karena lahan Pusako tinggi itu masih dalam sengketa dengan kaum hingga sekarang .
Tapi pihak yayasan Stifarm memaksakan perampasan lahan tersebut untuk mendirikan bangunan yang kini sudah berdiri setinggi tiga lantai dan sudah di fungsikan untuk menampung mahasiswa apoteker.
Namun pihak yayasan tidak ada etikat baik untuk menyelesaikan masalah sengketa dengan kaum pemilik warisan dan membiarkan masalah berlarut panjang.
Hal Itu terbukti pada tanggal 21 Desember 2024, hari Sabtu jam 08.29 pagi AF mendatangi Ermawati ( keponakan Jamaludin ) melarang Ermawati untuk menanam pohon pisang dan anak kelapa hibrida ( kelapa pohon kecil di lahan yang sudah di tempati.

Padahal AF beserta sebagian kaum yang menentukan pembatas lahan ( sepadan ) dan juga sudah membawa orang dari kantor BPN untuk mengukur dan memasang patok batas di lahan tersebut . Namun lahan tersebut tetap di kuasai. Udah diurus pula alashak ke pemilikan dan di bayar pula pajaknya .
Terbukti memang Pusako tinggi kaum di kuasai AF sendiri. Walaupun pada kenyatanya kesepakatan untuk membagi Pusako tinggi kaum Saudah menjadi lima ( induk / ibu ) Jurai.
Pertemuan hanya di hadiri oleh beberapa orang saja dari keturunan kaum dalam arti tidak seluruh karena yang menyetujui, karena perbuatan AF sudah kelewat batas. Dengan menggadaikan lahan Pusako tinggi berkali – kali dan akhirnya menjual pula secara diam-diam .
Dalam pertemuan beberapa anggota kaum tersebut di putuskan, di keluarkan akses jalan untuk kaum dan boleh di pake umum. Namun satu pun tidak ada keputusan itu yang dilaksanakan.
Lahan tersebut tetap dengan perencanaan kehendaknya AF sendiri. Bukti itu di dapat dari kantor BPN pada waktu Ermawati memblokir penerbitan sertifikat atas nama Auyendi Fahri (AF) pada tanggal 17 Januari 2022 . Padahal kesepakatan mengambil keputusan tahun 2018 dengan terpaksa , mengingat hutang yang di buat oleh AF sendiri dengan bertransaksi secara diam diam.
Langkah yang di ambil oleh pihak yayasan kampus Stifarm dan AF sudah sangat melanggar hukum melakukan penipuan, merampas hak kaum yang semestinya mendapatkan harta warisan tersebut. Namun sebaliknya perlakuan AF melakukan intimidasi dan penekanan kepada Kaum keluarga nya yang lemah .
Menghasut dan mengadu domba kaum nya agar terpecah belah dan terjadi permusuhan. Menyebarkan fitnah dan kebencian, namun semua usaha kejahatannya tidak berjalan mulus.
Dengan demikian masih bisa AF meneriakan Ermawati jahat dan tidak bersyukur. Padahal Ermawati hanyalah seorang perempuan yang berdiri di atas kekuatan dirinya sendiri dengan nurani yang ingin membuktikan kebenaran dan melawan kedzoliman.
Penulis : Erma wati
