Dugaan Pungli dan Praktek Jual Buku Oleh Oknum Guru SDN 10  Surau gadang  Nanggalo kota Padang,  Bebankan Wali Murid, Kadis Dikbud Wajib Tau !

Kota Padang.Suluhnusantara.News – Dugaan pungli dan praktek jual  buku  serta  permintaan  barang  kepada parang orang tua murid  yang  di fungsikan  untuk fasilitas sekolah di SDN  10 Surau  gadang Kecamatan  Nanggalo  kota Padang Sumatera Barat  sangat  membebani  wali murid, hal ini kadis  Dikbud  wajib mengetahui praktik yang dilakukan oleh oknum guru tersebut.

Dugaan adanya pungli oleh oknum guru di SDN  10, Surau gadang kecamatan Nanggalo kota Padang   sumatera – barat bebankan wali murid . Beberapa pungutan  yang tidak transparan  dan terkesan  di lakukan semena – mena kepada orang tua siswa dan siswi di SDN 10 surau  gadang kota Padang   Sumatera-barat.

Hal ini telah di sampaikan oleh salah seorang wali murid di salah satu kelas SDN  10 tersebut saat di mintai keterangan menyampaikan, bahwa Info ini telah lama terjadi, keluhan para orang tua siswa – siswi ini sangat mendalam . Namun mereka tidak punya keberanian  untuk melaporkannya kepada pihak dinas yang berwenang,” Ucapnya Minggu 04 Agustus 2024. “Ini juga yang  terjadi keluhan tahun kemaren, bagi siswa dan siswi yang baru masuk SMP tahun ini, “Imbuhnya.

 Di  tahun ajaran 2023 yang lalu, seorang ibu dari wali murid klas 6 yang berinisial e (52) menyampaikan peristiwa itu kepada seorang wartawan.  E  mengaku oknum guru – guru juga menjual buku juga dengan harga seenaknya kepada siswa dan siswi. Sangat memberatkan bagi para orang tua murid. Malah tanpa konfirmasi  terlebih dahulu buku itu  langsung di bagikan .sehingga  membuat hutang  para orang tua siswa menumpuk di sekolah.

Harga madong” buku di patok  Rp  16 .000/ buku  walau berbeda  ketebalan nya   berarti 9 buku  uang nya  Rp  144.000 ( seratus empat puluh  empat ribu  ribu rupiah ).  Dan ada satu buku  berisi  soal ” ujian tahun lalu di patok harga 90.000 (sembilan puluh ribu rupiah )  sedangkan kita beli online cuma 35 .000 ( tiga puluh lima ribu rupiah ) beda nya  cuma di kertas  nya saja .

Penerbit sama  dan tahunya sama, isinya juga sama. Sehingga total yg mesti di bayar orang tua murid  mencapai  Rp  234.000 ( dua ratus tiga puluh  empat ribu ) untuk  sepuluh buku, “Ujarnya.

Selain praktek bisnis di sekolah di sampaikan pula oleh   ibu  E  adanya kegiatan les yang tidak konperatif . Bahkan les tersebut  dilakukan   terkadang di dalam jam belajar sekolah . Biaya  untuk untuk Les kelas 6  Rp 80.000  ( delapan puluh ribu rupiah )  memang untuk les  di rapat kan dahulu dengan orang tua siswa,  hanya saja  tidak sesuai dengan jadwal yang di janjikan. Gurunya tidak konsisten dalam mengajar, baik  dalam belajar sekolah  atau pun les  yang di sepakati,”Jelasnya.(Red)

Jurnalis : Erm Wt