Jalan Rusak Parah di Desa Tumbang Salio, Ini Penjelasan Pemkab Murung Raya

Murung Raya,SN.News – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya melalui Wakil Bupati Rahmanto Muhidin angkat suara terkait kerusakan parah jalan lintas antar kabupaten di wilayah Desa Tumbang Salio, Kecamatan Permata Intan. Ia meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) untuk segera melakukan penanganan permanen.

“Pemkab Murung Raya sudah sekitar tiga kali melakukan perbaikan sementara di titik-titik yang rusak parah,” ujar Rahmanto di Puruk Cahu, Rabu (7/5/2025).

Namun menurutnya, penanganan sementara tak cukup untuk menyelesaikan persoalan. Ia menegaskan bahwa kerusakan yang terjadi membutuhkan langkah permanen dari pemerintah provinsi, karena jalan tersebut berstatus lintas kabupaten.

Rahmanto menjelaskan, titik kerusakan paling parah berada di dua lokasi, yakni di Desa Tumbang Salio dan satu titik lainnya sebelum desa tersebut, dekat Camp Tengah. Ia juga menyebut wilayah itu secara administratif memang berada di Kabupaten Murung Raya, namun berbatasan langsung dengan Kuala Kapuas dan Gunung Mas.

“Yang perlu diketahui masyarakat, ruas jalan ini merupakan jalan penghubung antar kabupaten, jadi kewenangan penanganannya sesuai undang-undang berada di tangan pemerintah provinsi dan pusat,” tegasnya.

Meskipun bukan wewenang langsung, Pemkab Murung Raya disebut tidak tinggal diam. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), mereka telah tiga kali menurunkan alat berat dan mendistribusikan material untuk memperbaiki sementara titik-titik rawan.

“Jalan rusak ini bahkan sudah menjadi lokasi amblasnya dump truk, truk pengangkut BBM, kendaraan travel, dan mobil masyarakat. Ini membahayakan,” tambah Rahmanto.

Di sisi lain, Pemkab juga telah berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan yang berinvestasi di Murung Raya untuk ikut ambil bagian dalam penanganan sementara. Salah satunya, PT Indo Muro Kencana (IMK) yang telah menyatakan kesediaan membantu penyediaan batu split.

“Kami sudah rapat koordinasi dengan PT IMK pada Selasa (6/5/2025) sore. Mereka siap bantu. Kami juga berharap ada tujuh hingga delapan perusahaan lainnya yang bisa ikut serta mendukung perbaikan sementara,” jelasnya.

Rahmanto menegaskan, penanganan darurat tetap dibutuhkan untuk menjaga aksesibilitas masyarakat. Ia berharap kondisi ini segera menjadi perhatian serius dari pemerintah provinsi agar penanganan secara permanen bisa segera terealisasi.(M.Ilmi)