TEMPILANG,Bangka Barat – Suluhnusantara.News // Upaya mediasi yang dikedepankan jajaran Polsek Tempilang kembali membuahkan hasil positif. Kapolsek Tempilang, Deni, bersama Humas Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia [HNSI] Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mustapa, sukses mendamaikan bentrokan yang terjadi antara masyarakat nelayan dengan Ketua HNSI Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, Jumat [10/04/2026].
Bentrokan yang sempat memanas tersebut akhirnya dapat diselesaikan secara kekeluargaan melalui musyawarah yang difasilitasi langsung oleh Kapolsek Tempilang. Kedua belah pihak, yakni perwakilan masyarakat nelayan Tanjung Niur dan Ketua HNSI Kecamatan Tempilang, sepakat berdamai dan mengakhiri perselisihan yang terjadi.Kapolsek Tempilang Selalu Kedepankan Restorative Justice.
.Kapolsek Tempilang, Deni, menegaskan bahwa pihaknya memang selalu mengedepankan langkah perdamaian dalam setiap penyelesaian konflik di tengah masyarakat. Menurutnya, mediasi menjadi langkah utama sebelum persoalan naik ke tingkat proses hukum.
“Prinsip kami, selama masih bisa didamaikan dan tidak ada tindak pidana berat, maka jalan musyawarah adalah solusi terbaik. Kami tidak ingin ada masyarakat yang dirugikan. Tugas polisi adalah melayani, mengayomi, dan menjadi penengah yang adil,” ujar Kapolsek Deni usai mediasi.
Atas langkah cepat dan solutif tersebut, sosok Kapolsek Tempilang dinilai patut diacungi jempol. Masyarakat menyebut Deni sebagai pimpinan yang tidak hanya tegas dalam penegakan hukum, tetapi juga bijak dalam mengambil tindakan dengan selalu mencari solusi terbaik bagi warga.
Peran Humas HNSI Babel Jadi Kunci. Selain peran Kapolsek, keberhasilan mediasi ini juga tidak lepas dari peran Mustapa selaku Humas HNSI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Mustapa yang hadir sebagai perwakilan Ketua HNSI mendapat pujian langsung dari masyarakat nelayan, khususnya warga Tanjung Niur. Dalam mediasi, Mustapa mampu menjembatani komunikasi kedua belah pihak serta memberikan jawaban dan solusi konkret atas tuntutan nelayan. Kehadirannya dinilai berhasil meredam emosi dan mengembalikan suasana kondusif di Kecamatan Tempilang.
Apresiasi dari Masyarakat Tanjung Niur.Masyarakat Tanjung Niur menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Kapolsek Tempilang, Deni, dan Humas HNSI Provinsi Babel, Mustapa. Warga mengaku lega karena keributan antara nelayan dan Ketua HNSI Kecamatan Tempilang dapat diselesaikan tanpa harus berlanjut ke ranah hukum.
“Kami masyarakat Tanjung Niur sangat berterima kasih kepada Pak Kapolsek Deni dan Pak Mustapa dari HNSI Babel. Berkat beliau berdua, masalah ini selesai dengan damai. Ini bukti kalau pemerintah dan aparat masih peduli sama nelayan kecil,” ungkap salah satu tokoh nelayan setempat.
Hasil Kesepakatan Damai. Dari hasil musyawarah, kedua belah pihak telah menandatangani kesepakatan damai. Poin utama kesepakatan tersebut adalah saling memaafkan, menghentikan segala bentuk perselisihan, dan berkomitmen untuk bersama-sama menjaga kondusifitas wilayah Tempilang.
Ketua HNSI Kecamatan Tempilang juga berjanji akan lebih terbuka dalam menampung aspirasi nelayan ke depan.Dengan selesainya konflik ini, aktivitas melaut masyarakat Tanjung Niur dipastikan kembali normal. Kapolsek Deni pun berpesan agar seluruh elemen masyarakat terus menjaga persatuan dan segera melapor ke pihak berwajib apabila terjadi gesekan, agar dapat dimediasi sejak dini.(Srikandi / AR)
