Kepedulian Melati Kasih Terhadap Anak Stunting di Sungailiat Kabupaten Bangka

Bangka.Suluhnusantara.News – Pemerintah sangat memperhatikan masalah stunting dan di upaya agar tidak ada lagi anak yang menderita stunting.

Ternyata di tengah masyarakat bangka belitung masih ada anak yang mengalami gizi buruk,seperti yang di laporkan oleh buk nora kepada ketua yayasan melati kasih ,ibu ANNIZA TOZA ,Rabu (24 /7 /2024).

Pagi ini berangkatlah kami menuju kerumah anak stunting tersebut yang berada di desa kelurahan sungailiat jalan rawa sari lingk parit pekir Kec sungailiat Kabupaten Bangka.

Tak lupa pula ibu kurnia istri dari pak doktor zahril dan ibu dian dari yayasan WADO kota pangkal pinang   hadir di situ. tujuan kita kesana untuk melihat kondisi  anak tersebut yang bernama ( alfatih khairan) sebelumnya keluarga tersebut sudah pernah mendapatkan bantuan dari beberapa  instansi, di antaranya BAZNAS dan Dinsos / kelurahan.

Saat ditemui  di rumah  ibu Nora, mendapati anak tersebut  hanya minum air putih saja dan tidak minum susu bahkan makannya hanya nasi sama mie atau pun nasi sama telor,” kata Nora.

Nora Heryani (29) seorang janda dan dia tidak memiliki pekerjaan, untuk makan sehari harinya di bantu oleh abang dan temen temennya, juga dapat bantuan beras dari kelurahan.

Terpuruknya ekonomi keluarga itu menyebabkan anaknya  bernama Alfatih Khairan  yang baru berumur 1 tahun 4 bulan )mengalami gizi buruk. Dalam keseharianya Ibu Nora  harus menghidupi ke 2 anaknya yang masih belita.

Dalam keterangan Nora mempunyai 2 orang anak yang pertama bernama rafasyah Novaldil Farezi usia kurang lebih 4 tahun. Kedua bernama alfatih khoiran usia 1 tahun 4 bulan.

Setelah mengalami perpisahan dengan suaminya, Nora sempat mengalami tekanan depresi akibat kehidupan yang harus ia jalani saat ini karna ia harus  menghidupi kedua anaknya tanpa seorang suami.

Mereka tinggal di sebuah rumah  milik   ayah nora, selama ini orang yang selalu peduli dengan nora beserta anaknya itu adalah abangnya sendiri. Tapi semenjak istri abangnya melahirkan, abangnya tidak bisa lagi untuk membantu mencukupi kebutuhan  nora dan anak-anaknya.

Saat di tanya oleh ibu yayasan melati kasih,”kenapa kamu tidak bekerja saja”

“Saya tidak sampai hati meninggalkan anak saya dirumah maupun di Panti Asuhan. Apapun yang terjadi anak saya tetap pada saya, karena anak-anak masih terlalu kecil tidak tega untuk ditinggal bekerja,” Ujar Nora.

Janda dengan anak 2 ini bicara dengan rasa sedih dan menahan airmata, dia mencurahkan semua unek uneknya  kepada ketua yayasan tersebut.

Melihat kondisi tersebut, yayasan melati kasih menyatakan keluarga ini layak  untuk di bantu, dan alhamdulilah dari kelurahanpun ling k parit pekir keluarga ini sudah mendapatkan SKTM untuk selanjut di ajukan bantuan ke pj gubenur bangka belitung.

Harapan kami PEMKAP BANGKA bisa mempasilitasi asupan gizi( vitamin, susu, biskuit, DLL. Lewat posyandu  atau puskesmas di wilayah tempat tinggal pasien stunting tersebut secara berkesinambungan sampai pasien stuting tersebut di nyatakan sehat.(Red)*

Srikandi babel