Ponorogo ~ Kabar dari keluarga RT. Surabrata mengenai kondisi makam R. Tumenggung Surabrata yang terletak di samping makam utama Eyang Bhatara Katong memang mengkhawatirkan.
Tim media langsung menuju lokasi pada Jumat, 2 Agustus 2024, dan mendapati bahwa beberapa makam dalam keadaan rusak. Kerusakan ini diduga disebabkan oleh tindakan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Kejadian ini tentunya sangat memprihatinkan dan memerlukan perhatian serta tindakan segera untuk memastikan keamanan dan pemeliharaan situs-situs bersejarah tersebut.
RT. Surabrata adalah bupati Ponorogo kesepuluh yang terkenal karena memberikan Kerbau Bule kepada Keraton Surakarta. Ia juga merupakan leluhur dari sejumlah bupati Ponorogo berikutnya, termasuk KRMA. Suradiningrat, RT. Djayengrana II, KRMA. Mertahadinegara, dan RM. Sasrakusuma.
Peran dan kontribusinya dalam sejarah Ponorogo dan hubungan dengan Keraton Surakarta menunjukkan pentingnya posisi beliau dalam sejarah lokal dan warisan budaya.

Kejadian pengrusakan makam yang dilaporkan ternyata menimbulkan beberapa kejanggalan. Tim media yang berada di lokasi merasa ada yang tidak sesuai dengan informasi awal, khususnya terkait dengan foto-foto yang diterima.
Beberapa batu nisan yang dilaporkan rusak ternyata telah dikembalikan ke kondisi semula. Keadaan ini menimbulkan keraguan mengenai kebenaran laporan awal dan menunjukkan perlunya investigasi lebih lanjut untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi di lokasi makam tersebut.
Sunarso sebagai tokoh budayawan Ponorogo saat di temui yang kebetulan berada di Makam Eyang Bathara Katong mengatakan bahwa, “Iya bener mas, tadi itu kita sama-sama mengetahui setelah ada kabar habis Sholat Jum’atan. Dan melihat sebagian batu nisan yang dalam kondisi acak – acakan maka, kami bersama teman teman membenahiya dan kami akan memperbaiki seperti semula, ” ungkapnya
Sunardi, juru kunci makam Bathara Katong, belum dapat memberikan keterangan karena banyaknya peziarah dari luar kota. Bu Lurah juga belum bisa mengonfirmasi kronologi kejadian tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari beberapa sumber dan warga yang enggan disebutkan namanya, pengrusakan makam ini diduga terjadi sekitar tiga minggu yang lalu. Salah satu warga menyebutkan, “Karena bukan kapasitas saya, maka saya tidak berani ikut campur, mas.”jelasnya
Informasi ini menambah kompleksitas situasi dan menunjukkan perlunya klarifikasi lebih lanjut.
Sampai berita ini di turunkan dari beberapa pihak terkait belum mengetahui siapa pelaku dan apa motif dan tujuanya.
Reporter : Dian_Reog.
