Sungailiat, — suluhnusantara.news – Menjelang Pilkada Ulang serentak pada 27 Agustus 2025 di Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka, sejumlah tokoh masyarakat mulai menyuarakan harapan dan suara nurani mereka terhadap arah kepemimpinan ke depan. Salah satunya adalah Marwan, tokoh budayawan Bangka Belitung yang juga pernah menjabat sebagai Sekretaris DPRD Provinsi dan Kepala Dinas Kehutanan Pemprov Babel.
Kini, Marwan juga menjabat sebagai Ketua Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sebuah lembaga adat yang berperan menjaga nilai-nilai budaya Melayu dan memperjuangkan kearifan lokal di tengah arus perubahan zaman.
Dikenal sebagai sosok yang konsisten memperjuangkan nasib rakyat kecil, Marwan kembali menegaskan bahwa pemimpin yang dibutuhkan saat ini adalah mereka yang punya pengalaman, rekam jejak jelas, dan berpihak nyata kepada rakyat.
“Yang dibutuhkan masyarakat Bangka maupun Pangkalpinang adalah pemimpin yang mampu memetakan persoalan dari waktu ke waktu dan menyelesaikannya dengan kebijakan yang bijak. Bukan hanya janji, tapi aksi nyata,” ujar Marwan saat ditemui di kediamannya di Sungailiat.
Ia menambahkan, pemimpin itu harus paham dengan masalah masa lalu yang belum tuntas, masalah sekarang yang sedang diperjuangkan, serta masa depan yang akan diraih. Kepemimpinan yang visioner, kata Marwan, hanya bisa lahir dari pemahaman yang utuh tentang akar persoalan dan keberanian untuk membuat terobosan.
Secara khusus, Marwan menyoroti peran besar UMKM yang menjadi penyangga ekonomi masyarakat. Ia mengapresiasi kemajuan yang telah dicapai dalam beberapa tahun terakhir di bawah kepemimpinan sebelumnya.
“Dalam dua periode terakhir, baik di Pangkalpinang maupun Kabupaten Bangka, pelaku UMKM sudah mulai mendapat ruang yang sangat baik. Ini hal positif yang harus dilanjutkan dan ditingkatkan, bukan dilupakan,” tegas Marwan.
Menurutnya, UMKM adalah kekuatan ekonomi rakyat yang nyata. Di tengah krisis global dan ketidakpastian ekonomi, justru sektor inilah yang paling tahan banting dan memberi penghidupan bagi banyak keluarga.
“Saya selalu menyuarakan ini: pemimpin ke depan harus punya komitmen kuat terhadap UMKM. Jangan hanya datang saat kampanye, lalu pergi saat rakyat sedang susah. Bangka dan Pangkalpinang butuh pemimpin yang mau duduk bersama pedagang kecil, petani, nelayan, dan pelaku budaya. Itu baru pemimpin sejati,” lanjutnya.
Marwan menambahkan, pemilihan kepala daerah kali ini bukan hanya soal siapa yang terpilih, tetapi lebih kepada siapa yang benar-benar hadir di tengah rakyat. Ia berharap masyarakat tidak mudah tergoda oleh pencitraan sesaat atau politik uang.
“Terserah dari partai mana, saya pribadi akan memilih pemimpin yang teruji, berpengalaman, dan cinta kepada rakyat kecil. Yang penting bukan seragam partainya, tapi keberpihakan hatinya,” ujarnya.
Saat ditanya siapa calon yang akan ia dukung, Marwan menjawab diplomatis, “Itu rahasia. Tapi yang jelas, pilihlah yang telah terbukti bekerja dan tidak hanya pandai bicara,” tukas Marwan.
Sebagai presidium pendiri Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Ketua MABMI Provinsi, Marwan dikenal sebagai tokoh yang konsisten menyuarakan nilai-nilai kebudayaan, keadilan sosial, dan keberpihakan terhadap rakyat bawah.
Ia menutup pernyataannya dengan pesan tegas:
“Pilkada Ulang 27 Agustus 2025 ini adalah momentum emas untuk menentukan arah pembangunan ke depan. Pilihlah pemimpin yang mau berjalan bersama rakyat, bukan yang hanya berdiri di menara kekuasaan. Bangka dan Pangkalpinang tidak butuh penguasa — tapi butuh pelayan rakyat,” pungkasnya.[212]
( Darmawan)
