
Ketua LPM Kelurahan Pasir Jaya, Andri Junaedi, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dengan membahas berbagai isu strategis yang menjadi fokus, seperti penanganan kemiskinan, pengembangan infrastruktur, dan penanggulangan bencana. Acara tersebut dihadiri oleh anggota DPRD Heri Cahyo dari Fraksi Golkar dan Rifky Alaydrus dari Fraksi PAN, serta Lurah Pasir Jaya, Giri. Selain itu, hadir juga perwakilan dari Kecamatan Bogor Barat, Sekretaris Camat (Sekcam) Citra, yang mewakili Camat yang berhalangan hadir, serta perwakilan dari OPD dan berbagai unsur masyarakat setempat.Rabu (4/11/2024)

Dalam Pemaparannya Andri menyatakan bahwa Kelurahan Pasir Jaya adalah wilayah terpadat di Kecamatan Bogor Barat dengan jumlah penduduk mencapai 22.606 ribu jiwa.
“Dengan jumlah penduduk yang besar, Pasir Jaya mendapat banyak perhatian dan bantuan, baik terkait data DTKS, RTLH, maupun bidang kesehatan. Ini juga menjadi tantangan besar bagi pemerintah kelurahan dan kecamatan,” ungkapnya

Musrenbang tahun ini mengusung tema “Penguatan Daya Saing Sumber Daya Manusia untuk Menopang Daya Saing Daerah”, dengan fokus utama pada pembangunan infrastruktur, terutama jalan. Meskipun demikian, Ketua LPM, Andri Junaedi, menyoroti kendala besar dalam pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) serta penanganan longsor di bantaran Sungai Cisadane. Isu ini menjadi perhatian utama mengingat dampaknya terhadap ketahanan infrastruktur dan keselamatan masyarakat di wilayah tersebut.
“Penanganan longsor di wilayah Cisadane menjadi sulit karena kewenangannya berada di pihak Otoritas Sungai Cisadane BBWS. Anggaran juga menjadi tantangan yang sering kami hadapi. Kami berharap DPRD Kota Bogor, membantu kami dalam Pembangunan,” ujar Ketua LPM.

Andri menambahkan harapannya agar usulan yang diajukan kali ini bisa direalisasikan, meskipun di masa lalu banyak yang belum terealisasi.
“Kami berharap Musrenbang ini menjadi momentum untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat Pasir Jaya melalui kerja sama yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan DPRD,” Terangnya
Sementara itu, Lurah Pasir Jaya, Giri, menegaskan bahwa wilayahnya memiliki 9.890 jiwa yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), angka tertinggi di Kecamatan Bogor Barat. Selain itu, banyak warganya yang menerima bantuan sosial (bansos), Program Keluarga Harapan (PKH), serta memiliki rumah tidak layak huni (RTLH). Giri juga menyoroti bahwa wilayah seluas 153 hektare dengan topografi rawan bencana membutuhkan perhatian lebih dalam pembangunan infrastruktur, terutama untuk Tembok Penahan Tanah (TPT), jalan lingkungan, dan Penerangan Jalan Umum (PJU), demi meningkatkan kesejahteraan dan keselamatan warga.
“Pembangunan yang dilakukan melalui APBD Kota Bogor belum mencukupi. Kami juga terkendala sistem aplikasi pengajuan, yaitu SIAP MANG, yang menjadi tantangan bagi kelurahan dalam mempercepat usulan program,” ujar Giri.
Sementara itu, beberapa pembangunan melalui swadaya masyarakat di RW 11, RW 3, dan RW 5 turut membantu meringankan beban pemerintah. Inisiatif ini menunjukkan partisipasi aktif warga dalam pembangunan daerah, yang diharapkan dapat mempercepat tercapainya perbaikan infrastruktur dan peningkatan kualitas hidup di tingkat kelurahan.
“Namun, kebutuhan wilayah yang luas ini tetap membutuhkan dukungan lebih besar dari pemerintah,” tambahnya.
Dengan dilaksanakannya Musrenbang ini, Kelurahan Pasir Jaya diharapkan dapat mengatasi berbagai permasalahan yang ada, termasuk kemiskinan, infrastruktur yang kurang memadai, dan dampak bencana. Melalui perencanaan pembangunan yang lebih terfokus dan partisipasi masyarakat, diharapkan kualitas hidup warga dapat meningkat, dengan pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan di berbagai sektor.
Pewarta : Drs, Wahyudin,BA
