Mutasi Kapolresta Bukittinggi Kombes Pol Yesi Tinggalkan PR Kasus Pengeroyokan dan Perusakan Kedai di Balingka Agam

Bukittinggi~Suluhnusantara.News | 8 Juli 2025 – Suluh Nusantara NewsMutasi Kapolresta Bukittinggi, Kombes Pol Yesi, meninggalkan pekerjaan rumah besar yang belum terselesaikan: kasus pengeroyokan dan perusakan kedai di Balingka, IV Koto, Kabupaten Agam.

Kasus yang telah bergulir selama satu tahun lima bulan ini belum menunjukkan proses hukum yang jelas.Masyarakat dan keluarga korban menyuarakan kekecewaan serta menuntut keadilan. Mereka khawatir mutasi ini akan memperlambat penyelesaian kasus dan memungkinkan para pelaku lolos dari jerat hukum.

Kasus ini pun menjadi sorotan publik dan diharapkan dapat segera ditangani oleh Kapolresta yang baru agar keadilan dapat ditegakkan.Sebelum dimutasi, Kombes Pol Yesi pernah berjanji akan segera menyelesaikan kasus tersebut. Namun, hingga hari terakhir masa jabatannya, janji itu tidak kunjung ditepati.

Masyarakat merasa diberi harapan palsu, terutama korban dan keluarganya yang telah menanti keadilan terlalu lama.Kini, Kombes Pol Yesi telah berpindah tugas, meninggalkan kesan pahit di tengah masyarakat Bukittinggi. Sejumlah pihak mempertanyakan kinerja dan komitmennya selama menjabat, terlebih karena masih ada beberapa kasus lain yang belum ia selesaikan sebelum mutasi.

Sebagian masyarakat dan kalangan media bahkan menilai bahwa sudah saatnya institusi Polri melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perwira-perwira yang dinilai gagal menjalankan tugasnya secara profesional dan bertanggung jawab. Kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum sangat dipertaruhkan.

“Kami awak media sangat prihatin setiap kali mendengar laporan dari masyarakat, terutama para korban dari kalangan ekonomi lemah, yang merasa tidak mendapat perlindungan hukum semestinya dari Kapolresta. Padahal posisi mereka sangat jelas sebagai korban dalam kasus ini,” ujar salah satu pewarta, Anggi Cut P.

Ironisnya, selama satu tahun lima bulan, para pelaku belum juga ditangkap dan tidak diproses hukum. Hal ini memunculkan kecurigaan adanya permainan antara aparat penegak hukum dan pihak pelaku. Citra institusi Polri pun tercoreng di mata masyarakat.Harapan kini tertuju pada Kapolresta Bukittinggi yang baru agar segera bergerak cepat menyelesaikan kasus ini secara adil dan transparan.(Tim investigasi)*