Bogor, SN.News | 1 November 2025 Pondok Pesantren Modern Berasrama Tahfidzul Al-Qur’an Arroyan HYR Character Boarding School Indonesia menggelar Seminar Zoom Meeting bertema “Panduan Peran Orangtua dalam Pembimbingan Belajar Tahsin pada Anak”, Sabtu (1/11).
Seminar menghadirkan narasumber KH Dr. Ade Wahidin, Lc., M.Pd., yang menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak mempelajari tahsin Al-Qur’an.Dalam paparannya, KH Dr. Ade Wahidin menjelaskan bahwa orang tua merupakan pendidik pertama dan utama bagi anak, terutama dalam menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini.

“Peran orang tua sangat penting dalam pembelajaran tahsin. Keteladanan dan pendampingan menjadi kunci keberhasilan anak dalam membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar,” ujarnya.
Beliau memberikan sejumlah tips praktis dalam membimbing anak belajar tahsin, antara lain:Membangun motivasi anak dan menjadikan membaca Al-Qur’an sebagai kegiatan yang menyenangkan.

Memberi pujian dan penghargaan kecil kepada anak.Menceritakan keutamaan membaca Al-Qur’an serta kisah anak-anak penghafal Al-Qur’an.Mengenalkan huruf hijaiyah dengan benar dan melatih makhraj huruf secara bertahap.
Mengajarkan hukum tajwid dasar dan melatih bacaan dengan tartil.Melakukan evaluasi secara konsisten.KH Dr. Ade Wahidin juga menegaskan pentingnya orang tua menjadi teladan bagi anak, menyediakan waktu belajar bersama, serta menciptakan suasana belajar yang positif dan menyenangkan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tahsin memiliki tujuan agar bacaan Al-Qur’an sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW, menjaga makna ayat agar tidak berubah, serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini.
“Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, ‘Sebaik-baiknya kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan yang mengajarkannya,’” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, KH Dr. Ade Wahidin turut membahas pengertian tajwid dan tahsin. Secara bahasa, tajwid berarti at-tahsin atau memperindah bacaan. Sedangkan secara istilah, tajwid adalah memberikan setiap huruf hak dan mustahaqq-nya, seperti memperhatikan makhraj, sifat huruf, serta hukum bacaan seperti tafkhim, tarqiq, ikhfa, idgham, dan idzhar.
Menutup seminar, beliau berpesan bahwa tahsin membutuhkan kesabaran dan konsistensi, serta mengingatkan bahwa orang tua adalah guru pertama bagi anak. “Bacaan Al-Qur’an yang benar akan membawa ketenangan hati,” pungkasnya.
Seminar daring ini berlangsung dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB, diikuti oleh para wali santri dan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Pondok Pesantren Modern Berasrama Tahfidzul Al-Qur’an Arroyan HYR Character Boarding School Indonesia—yang berlokasi di Jl. Jami Atas No. 1, Desa Sukaluyu, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat—berdiri di atas lahan seluas 17 hektar di kaki Gunung Salak.
Pesantren ini memberikan beasiswa penuh bagi santri dari seluruh Indonesia dengan fasilitas pendidikan dan asrama yang lengkap.Lembaga ini didirikan oleh Abah KH Dr. Hanta Yuda Ar-Rasyid, sebagai founder dan pengasuh utama pesantren.
Salah satu santri, Raden Muhammad Yusufa Fadilah Kusumaningrat, putra dari Drs. Raden Wahyudin Nursaleh, B.A. yang juga merupakan Dewan Redaksi Suluh Nusantara News, kini menempuh pendidikan di kelas 7B SMP Arroyan HYR Character Boarding School Indonesia, Gedung 1, Kamar 4, Lantai 3.
Reporter: Drs. Raden Wahyudin Nursaleh, B.A.
