Perhutani, Pemdes Karangpari, TNI-Polri, BPBD dan Warga Bersinergi Buka Akses Jalan Tertutup Longsor di Brebes

BREBES, SN.NEWS – Sinergi lintas sektoral kembali menjadi kekuatan utama dalam penanganan bencana di Brebes selatan. Pemerintah Desa Karangpari bersama Perhutani BKPH Bantarkawung, TNI, Polri, BPBD Kabupaten Brebes, serta warga setempat berhasil membuka akses jalan desa yang tertutup material longsor pada Kamis (21/11/2025).

Material longsor berupa tanah, batu, dan pepohonan menutup total badan jalan setelah hujan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut pada Rabu (19/11/2025). Akibat kejadian itu, jalur utama transportasi warga terputus.Kronologi LongsorKepala Desa Karangpari, Fitriyani, menjelaskan bahwa longsor terjadi setelah hujan deras turun sejak pukul 13.30 WIB hingga 16.00 WIB.

“Longsor terjadi setelah hujan deras cukup lama. Kejadian longsor sekitar pukul 16.30 WIB dan dampaknya sangat signifikan karena memutus akses transportasi utama warga,” ungkap Fitriyani.

Menerima laporan warga, unsur pemerintah desa, Perhutani, TNI, Polri, dan BPBD langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan darurat.

Administratur/Kepala KPH Pekalongan Barat, Maria Endah Ambarwati, melalui Kepala BKPH Bantarkawung Dwi Anggono Putra, menyatakan bahwa Perhutani segera menerjunkan petugas untuk mendukung pembersihan jalur.

“Perhutani langsung mengirimkan personel untuk bergotong royong bersama unsur lain dalam penanganan bencana ini,” ujar Dwi Anggono.

Adapun unsur yang terlibat dalam penanganan longsor meliputi: Petugas Perhutani RPH Telaga BKPH Bantarkawung, Anggota TNI Koramil Bantarkawung, Personel Polsek BantarkawungTim BPBD Kabupaten Brebes dan Puluhan warga Desa Karangpari

Proses pembersihan dilakukan secara manual dan bertahap agar jalur dapat segera dilalui kembali.

Gotong Royong Jadi Kunci UtamaKepala Desa Karangpari, Fitriyani, menyampaikan apresiasi atas kekompakan seluruh pihak.

“Sinergi ini membuktikan bahwa kita mampu bergerak cepat dalam penanganan bencana. Kekuatan utama adalah gotong royong antara aparat dan masyarakat,” tegasnya.

Setelah bekerja sepanjang hari, akses jalan akhirnya kembali normal pada Kamis sore.

Meski jalur telah dibuka, BPBD Kabupaten Brebes tetap mengingatkan masyarakat untuk waspada mengingat curah hujan masih tinggi dan potensi longsor susulan masih mungkin terjadi. Warga diminta segera melapor jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah atau retakan di sekitar pemukiman. ( Rizal Sismoro)