Pekanbaru — SN.News // Gelombang keresahan warga di Kecamatan Rumbai Barat kian memuncak. Masyarakat Kelurahan Maharani secara terbuka mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut dugaan aktivitas perjudian yang disebut-sebut berlangsung di lokasi bertajuk “Big Game – Valla’s Arena Pekanbaru.”
Kecurigaan warga menguat setelah beredarnya brosur kegiatan dengan iming-iming hadiah besar seperti sepeda motor, televisi, hingga telepon genggam.
Pola tersebut dinilai menyerupai praktik sabung ayam berhadiah yang kerap menjadi modus perjudian terselubung.
Lebih mengkhawatirkan, warga mengaku adanya dugaan “barisan pembekap” yang menjaga lokasi saat malam hari. Situasi ini disebut membuat masyarakat enggan bersuara terbuka.
Sejumlah pihak yang disebut-sebut oleh warga antara lain oknum yang diduga berasal dari berbagai unsur, termasuk aparat dan pihak lain. Namun warga menegaskan.
“Kami tidak menuduh institusi. Ini oknum. Tapi kalau benar ada pembiaran, ini yang berbahaya,” ujar seorang warga dengan nada waswas.
Isu keterlibatan oknum ini menjadi perhatian serius karena berpotensi mencoreng nama institusi jika tidak segera diklarifikasi.
Dalam perbincangan warga, muncul nama ‘Irfan’ yang disebut sebagai sosok kunci, serta ‘Oki’ yang diduga terkait pengelolaan lokasi.
Namun penting ditegaskan:seluruh nama tersebut masih sebatas informasi dari masyarakat dan belum terverifikasi secara hukum.
Warga mengaku mencurigai adanya aktivitas rutin pada malam hingga dini hari, di antaranya: Dugaan sabung ayam berhadiah Permainan dadu dan kartu Keramaian hingga subuh Perputaran uang tunai dalam jumlah besar Dugaan penjagaan ketat di area lokasi Kondisi ini dinilai meresahkan dan berpotensi mengganggu ketertiban lingkungan.
Masyarakat kini meminta langkah cepat dan terukur dari aparat:Polda Riau diminta turun langsung melakukan supervisi dan memastikan tidak ada oknum yang bermain di balik layar.
Polresta Pekanbaru didorong membentuk tim investigasi untuk menelusuri dugaan praktik ilegal tersebut.Polsek Rumbai Barat sebagai garda terdepan diminta segera melakukan pengecekan lapangan.
Tokoh masyarakat menegaskan:“Kalau ini dibiarkan, kepercayaan publik bisa runtuh. Kami minta aparat bersih turun, bukan diam.”
Kasus ini kini menjadi ujian nyata bagi aparat penegak hukum dalam menjaga integritas dan kepercayaan publik.Warga tidak menuntut sensasi — mereka menuntut kepastian hukum dan rasa aman di lingkungan sendiri.
Berita ini disusun berdasarkan:Laporan dan kesaksian wargaInformasi yang belum terverifikasi secara hukumPrinsip asas praduga tak bersalahTidak ada tuduhan terhadap institusi mana pun. Fokus utama adalah mendorong transparansi dan penegakan hukum yang adil.
Rumbai Barat kini berada di titik krusial. Warga sudah bersuara.Kini publik menunggu:apakah aparat akan bertindak cepat, atau justru membiarkan isu ini terus membesar?. (Tim investigasi)*
