Bangka Tengah-SN.News – Telah terjadi pengeroyokan terhadap anak yang bernama Rahmad Saputra (12) warga desa di Kelurahan Simpang Perlang Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ,Minggu 23 Pebruari 2025.

Kronologi kejadian tersebut tepat pada pukul 11.00 malam di saat Rahmad Saputra pulang dari toko.
Tiba tiba datang sekelompok orang tak dikenal dengan meminta uang. Namun dengan sepontan Rahmad menjawab tidak ada uang,”kata Rahmad.
Karena tak diberi uang, lantas ke lima orang yang tidak dikenali korban menjadi kalap dan melakukan pengeroyokan hingga babak belur, dan kejadian tersebut pada hari Jumat malam 21 februari 2025.

Setelah tak berdaya, lima orang pelaku pengeroyokan tersebut meninggalkan korban seorang diri di lokasi kejadian hingga dengan tertatih tatih pulang ke rumah.
Sesampai di rumah, Rahmad adalah korban pengeroyokan menceritakan semuanya kepada orang tua dan saat itu ayahnya mendengar dan mengetahui kondisi Rahmad habis di hajar oleh lima orang yang tak di kenal setelah perjalanan pulang dari toko.

Mendengar pengakuan dari anaknya, ayah korban pun berang dan bergegas kelokasi sambil membawa parang. Setelah di lokasi, tak dijumpai satupun orang di sana yang biasanya tempat itu selalu masih ada orang, dan malam itu kelihatan sepi sekali.
Melihat kondisi korban babak belur, malam itu langsung di bawa ketukang urut, karna badannya sakit semua. “Anak saya ini ada riwayat penyakit thalasemia mayor (pembesaran limpa sama kelainan darah). Jadi harus tranfusi darah tiga minggu sekali, dan anak ini juga tidak pernah punya masalah dengan siapa pun,” ujar Bunda Ningsih kepada awak media SN News.

Hingga berita ini di publikasikan berharap ke lima pelaku yang tak di kenal tersebut segera di tangkap oleh pihak kepolisian di Bangka Tengah dan di adili sesuai hukum yang berlaku,”Harap Ningsih orang tua korban.
Penulis : Srikandi Babel.
