Talud Penahan Tebing Ambruk Usai Banjir Bumiayu, Rumah Warga Kalierang Terancam Longsor

Brebes. Suluhnusantara.news – Dampak banjir bandang yang melanda Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, pada Sabtu (8/11/2025) masih menyisakan kerusakan serius. Talud penahan tebing di pemukiman warga Desa Kalierang, tepatnya di RT 06 RW 02, ambruk pada Minggu (9/11/2025) sore sekitar pukul 17.00 WIB. Peristiwa ini membuat sejumlah rumah warga di bibir Sungai Kalierang terancam longsor.

Talud yang dibangun sekitar tahun 2023 oleh Dinas Bina Marga dengan panjang sekitar 20 meter dan tinggi 4 meter itu kini hancur dan sebagian materialnya terbawa arus sungai.

Menurut M. Fajar Hidayat (33), warga setempat, ambruknya talud terjadi setelah sebelumnya terlihat retak akibat banjir bandang pada Sabtu (8/11).

“Saat banjir kemarin, talud di halaman rumah saya sudah retak sepanjang 20 meter. Tapi kemarin sore tiba-tiba ambruk, sekarang halaman rumah saya tinggal tersisa sekitar satu meter saja,” ungkap Fajar.

Ia bersama warga lain, Ismi Hanifah (40) dan Ulfi Fatimah (36), berharap agar pemerintah segera turun tangan.

“Kami mohon perhatian dari Dinas Pengairan dan Pemerintah Kabupaten Brebes agar talud ini segera diperbaiki, minimal dilakukan penanganan darurat dulu supaya rumah kami tidak ikut ambruk,” harapnya.

Sementara itu, Plt. Kepala UPT PU Pengairan Brebes, M. Fatoni, ST., melalui Mantri Pengairan Abdurohim, membenarkan adanya laporan tersebut.

“Kami sudah menerima laporan dari warga terkait talud penahan tebing pemukiman di Sungai Kalierang yang ambruk. Insyaallah akan segera kami cek ke lokasi untuk memastikan kondisi dan kebutuhan penanganannya,” ujar Abdurohim.

Ia menambahkan, selain di Kalierang, beberapa titik lain di wilayah Bumiayu juga mengalami kerusakan serupa.

“Beberapa talud di tepi Sungai Keruh dan Sungai Kalierang ikut ambruk, termasuk di sekitar barat jembatan pesantren, di belakang SMP Negeri Bumiayu, dan di area utara jembatan Jalan Lingkar Bumiayu,” jelasnya.

Kerusakan terparah terpantau di sepanjang aliran Sungai Kalierang, mulai dari kawasan cucian Albara hingga jembatan jalan nasional Bumiayu. Pemerintah daerah diminta segera menindaklanjuti kerusakan ini sebelum kondisi makin membahayakan warga. ( Rizal Sismoro )