Banyuasin-SN.News – Tawuran antar kelompok remaja kembali terjadi di Kabupaten Banyuasin, menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, khususnya para orang tua. Fenomena ini semakin memprihatinkan karena melibatkan anak-anak yang seharusnya fokus menimba ilmu demi masa depan mereka.
Insiden terbaru terjadi di Desa Pangkalan Benteng, tepatnya di Jalan Kelompok Tani, RT 11, Perumahan Puri Gading Mas (PGM), pada Minggu (2/3/2025) sekitar pukul 23.00 WIB. Sejumlah remaja yang berkonvoi menggunakan sepeda motor terlibat aksi tawuran, namun berhasil dibubarkan oleh warga yang langsung mengejar mereka.
Menurut saksi mata, sekitar 20 remaja terlibat dalam aksi tersebut. Saat dihadang warga, mereka berlarian ke arah Griya Pati Juang dan sebagian kembali ke PGM. Aksi kejar-kejaran sempat terjadi, namun para pelaku berhasil melarikan diri.
Seorang warga PGM mengungkapkan rumahnya menjadi sasaran amukan para remaja tersebut.
“Anak-anak itu tidak mau dinasihati, malah melawan, merusak pagar rumah saya, dan melempari rumah dengan batu,” ujarnya dengan nada kesal.
Kejadian serupa telah berulang kali terjadi di wilayah tersebut, termasuk di RT 14 Grand Alfin. Ketua RT 11 PGM, Edison, melalui pesan WhatsApp, mengimbau warga untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar tidak terlibat tawuran.
“Assalamualaikum, selamat malam. Mohon maaf sebelumnya, Pak Kades dan para ketua RT serta pihak keamanan. Ini sudah dua kali terjadi tawuran di depan perumahan kami. Kami tidak tahu pasti anak-anak ini berasal dari mana. Mohon bantuannya untuk mengingatkan warga agar lebih mengawasi anak-anak mereka, terlebih di bulan suci Ramadhan ini. Jangan sampai terlibat tawuran,” tulis Edison dalam pesannya.
Ia juga menegaskan bahwa jika aksi tawuran terus berlanjut, warga kemungkinan akan mengambil langkah lebih tegas demi menjaga keamanan lingkungan.
Menanggapi kejadian ini, Kepala Desa Pangkalan Benteng, Agus Kurniawan, mengapresiasi langkah warga dan Ketua RT dalam menjaga ketertiban lingkungan. Sementara itu, salah satu personel intelijen kepolisian Polsek Talang Kelapa yang dihubungi wartawan menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti informasi tersebut.
“Terima kasih atas informasinya, kami akan segera menindaklanjuti,” ujarnya singkat melalui pesan singkat.
Peningkatan Keamanan
Polres Banyuasin telah menginstruksikan peningkatan patroli keamanan melalui Operasi Pekat Musi 2025, yang bertujuan menekan praktik penyakit masyarakat seperti peredaran miras, narkotika, serta aksi tawuran yang mengganggu ketertiban umum.
Demi menjaga situasi tetap kondusif, diharapkan aparat kepolisian lebih membuka ruang koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah setempat dan insan pers. Peran aktif wartawan dalam memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat dinilai penting dalam mencegah konflik serupa terulang.
Para orang tua juga diminta lebih aktif mengawasi anak-anak mereka dan segera melapor ke pihak berwajib jika menemukan indikasi gangguan keamanan di lingkungan sekitar. Keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadhan menjadi tanggung jawab bersama demi kenyamanan seluruh masyarakat.
Penulis: Dewausil
