Warga Subulussalam Geruduk PT MSB II: Sungai Lae Rikit Diduga Tercemar Limbah Sawit, Air Hitam, Ikan Mati

Subulussalam,Suluhnusantara.News | 14 Juni 2025 Amarah ratusan warga Dusun Rikit, Desa Namo Buaya, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, meledak. Mereka mendatangi kantor Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) PT Mandiri Sawit Bersama II (MSB II) setelah Sungai Lae Rikit sumber air utama mereka diduga keras tercemar limbah industri.

Warga datang membawa bukti: air sungai berwarna hitam pekat dan ikan-ikan mati. Bukti visual itu cukup menguatkan dugaan bahwa sungai yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan kini berubah menjadi ancaman kesehatan.

“Kalau ini bukan limbah, silakan minum! Ini air mandi, masak, cuci kami tiap hari!” teriak salah seorang warga di depan kantor perusahaan. Tantangan itu tidak dijawab manajemen mereka menolak meminum air tersebut dengan alasan “air tidak diuji secara netral”.

Penolakan itu justru memperkuat keyakinan warga: PT MSB II telah membuang limbah ke sungai secara sembarangan. Warga pun menutup akses ke pabrik sebagai bentuk perlawanan.

Kondisi Sungai Lae Rikit memprihatinkan. Airnya hitam, mengeluarkan bau busuk menyengat, dan dipenuhi bangkai ikan serta biota sungai lainnya. Warga melaporkan gejala iritasi kulit, bahkan gangguan pernapasan ringan, setelah menggunakan air sungai seperti biasa.“Anak saya gatal-gatal sehabis mandi. Kami tak punya air lain,” keluh Susi, ibu rumah tangga dari Dusun Rikit.

Hingga berita ini diturunkan, manajemen PT MSB II belum memberi pernyataan resmi. Perwakilan warga menegaskan mereka tak akan membuka blokade pabrik sebelum manajemen hadir langsung dan bertanggung jawab.

“Kami tidak mau hanya dikasih omongan satpam. Kami minta manajemen turun, bukan kirim juru bicara,” ujar perwakilan warga yang ikut aksi.

Ketua DPC Cendekiawan Anak Pahlawan (CAPA) Trimatra Kota Subulussalam, Salman, mengecam keras dugaan pencemaran ini.

“Kalau terbukti, ini bukan pelanggaran biasa. Ini kejahatan ekologis penghancuran ruang hidup warga. Pemerintah harus bertindak,” kata Salman. Ia mendesak investigasi menyeluruh dan uji laboratorium atas air Sungai Lae Rikit.

pewarta : Samsul)*