Brebes. Suluhnusantara.news – Sejumlah 325 siswa siswi SMK Ma’arif NU Paguyangan Kabupaten Brebes angkatan ke XXXI, sukses melaksanakan Pelepasan dan penyerahkan kembali siswa kelas XII kepada orang tua wali murid, dalam acara tersebut dilakukan di Gedung Olahraga setempat .Sabtu (11/05/2024).
Kepala SMK Ma’arif NU Paguyangan Mardiyanto SAg., MM., “Menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi kepada wali murid serta tamu undangan yang telah mengikuti acara dalam rangka Pelepasan dan penyerahan hari ini yang ke 31 tahun, ada sejumlah 325 siswa terdiri dari program Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) 125 anak, Akuntansi Keuangan Lembaga 55 anak, Teknik Komputer jaringan 111 anak dan Teknis Bisnis Sepeda Motor (TBSM) 34 anak.
Lanjut Mardiyanto. “Momen inilah yang yang paling tepat, seorang anak setelah lulus sekolah kita bisa melakukan duduk dan makan bersama dengan cara makan suap suapan anak dan ibunya akan menjadi kenangan yang tidak akan bisa di lupakan. Saya berharap para siswa siswi dan wali murid agar bisa mengikuti sampai selesai karna giat ini tidak akan datang kedua kalinya.

Setelah lulus sekolah anak anak kita akan menempuh atau memasuki dunia sendiri, mereka akan merantau bekerja, berkuliah dan berwirausaha. Tentunya kita jarang bertemu, maka dari itu momen inilah yang tepat membuat kenang kenangan.
Dam berpesan gunakan ilmu dengan sebaik baiknya, kemudian tangggung jawab terhadap ilmunya dan tidak sembarangan bekal yang sudah di berikan oleh para gurunya, tentunya siswa siswi selama belajar 3 tahun mereka belum cukup, karena masih banyak yang harus dipelajari pengalaman hidup yang lainnya. Maka ilmu yang kita dapat harus bisa dikembangkan maju terus untuk meraih cita cita kalian.

Ia juga berpesan kepada siswa siswi yang baru saja di lepas agar berharap bisa melakukan 4 ciri perilaku yang baik, yang sering kita dengar bahwa ada 4 alamat anak soleh, yang ke 1. Lisane Alus Lendikane ( Lisan Tutur Kata Lembut), 2. Mulyaaken Ing Wong Tuane ( Memuliakan Orang Tuanya), 3. Asih Ning Bocah Cilik Cilik Uga Maring Sedulur Gawe Becik ( Sayang Terhadap Anak Kecil dengan Saudara Berperilaku Baik ) dan ke 4. Mengamalkan Ing Ilmune dan Tanggung Jawab Ora Kaulane atau nekerah ( Beramal dengan Ilmu Menjadi Tanggung Jawab Tidak Sembarangan).
Itulah 4 nasehat tanda anak soleh, ketika kita melakukan salah satu sifat di antara itu bisa menjadi ke pribadian jujur pada anaknya. Selama ini anak anak ibu bapak dalam belajar di SMK Ma’arif sudah bertutur kata yang baik kemudian tidak mengeluarkan kata kata kotor, serta masih dengan bahasa yang santun. Mudah mudahan menjadi patokan dan pegangan putra putri yang Hari ini baru dilepas , bahwa SMK Ma’arif NU Paguyangan mampu memberikan contoh yang terbaik dan pelayanan yang baik pada anak anak.
Ia mengatakan. “Ucapan mohon maaf barang kali ada hal hal anak ibu selama mengikuti pendidikan dari para guru, siswa siswi SMK Ma’arif NU Paguyangan kurang berkenan, menghukum memberikan teguran yang mungkin secara jasmani. Insyaallah para guru semata mata untuk memberikan mempelajaran ataupun pendidikan mohon keikhlasannya pada siswa siswa dan wali murid selama belajar di SMK mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan mohon dimaafkan.
Kami pun para guru SMK Ma’arif sudah mengikhlaskan kepada putra putrinya yang akan diserahkan lagi kepada orang tuanya masing masing, mudah mudahan ilmunya bisa bermanfaat. “Dan Allhamdullah SMK Ma’arif NU Paguyangan setelah melepas sejumlah 325 siswa, sekarang sudah mendapat titipan siswa baru kurang lebih sejumlah 400 siswa.
Ia berharap kepada anak anak yang lulus hari ini tinggalkan hal hal yang kurang baik suatu contoh coret coretan baju ,tembok dan berkompoy itulah tindakan yang sudah tidak pantas di lakukan karena perbuatan itu akan mengganggu fasilitas umum dan mengganggu yang lainya, siswa siswi SMK Ma’arif Nu Paguyangan agar bisa memberikan contoh yang baik kepada sekolah sekolah yang lain. Tutupnya.
Kepala Pengurus /Yayasan SMK Ma’arif NU Paguyangan Drs H. Chambali M.H. menyampaikan Alhamdulillah hari ini kita bersama-sama telah menyaksikan wisuda SMK Ma’arif NU Winduaji Paguyangan Brebes angkatan ke XXXI, dalam acara tersebut sejumlah 325 siswa yang akan lulus kemudian akan diserahkan kembali putra putrinya kepada orang tuany (wali murid)
Lanjut H. Chambali dalam acara tersebut, tentunya anak-anak kita semasa mencari ilmu dalam belajar ini mengambil jurusan berbagai program seperti Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO), Akuntansi Keuangan Lembaga, Teknik Komputer jaringan, dan Teknis Bisnis Sepeda Motor (TBSM).
Peristiwa hari ini merupakan peristiwa yang sungguh sangat luar biasa dan sangat membanggakan bagi kita semua di usia 31 tahun masih bisa diberikan amanah dan kepercayaan untuk bisa mengembangkan SMK Ma’arif NU Paguyangan, sekolah yang dulu sangat berbeda dengan sekarang apalagi di SMK Ma’arif NU Paguyangan diajarkan pokok-pokok Agama yang diharapkan bisa diimplementasikan dalam kehidupan Bapak dan saudara-saudaraan.
Oleh karena itu saya ucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tokoh masyarakat Desa Winduaji kemudian para guru, karyawan dan putra putri yang sudah ikut berpartisipasi baik tenaga pikiran ya termasuk memfasilitasi awal SMK Ma’arif Winduaji yang dulu kecil sederhana sekarang sudah megah dan besar tentunya sebuah perubahan yang sangat baik semakin maju dan sukses.
Pihaknya merasa bangga kepada anak-anak yang sudah belajar mencari ilmu dalam perjalanan selama 3 tahun dengan mengikuti pendidikan ini akan mempengaruhi pola pikir anak-anak kita akan menjadikan anak yang punya keterampilan tentunya di bidang masing-masing dan tidak lepas dari nilai-nilai agama Islam.
Dan patuh mencintai cinta tanah air dan Islam Bhineka Tunggal Ika, setelah melihat penampilan lagu indonesia dan menyayikan lagu Mars dengan melihat anak anak di hias merah putih itu ada adegan yang cukup bagus, penampilan ini sudah termasuk terkaitnya dengan masalah Bhineka Tunggal Ika. Serta mendapatkan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kepercayaan bapak ibu dan saudara yang sudah mensekolahkan anaknya di SMK NU Ma’arif Desa Winduaji, Insyaallah anak bapa ibu putra putrinya tidak keliru dalam menuntut ilmu dan pelajar,”Pungkasnya.(*)
( Reporter : Rizal Sismoro.)
