Kerukunan Adat Kotaoy Menggema di Gunung Kudung: Pindah Rumah dan Tasmiah Jadi Perekat Warga

Gunung Kudung~Suluhnunsantara.News | Suasana adat Kotaoy menghangatkan lereng Gunung Kudung saat tokoh-tokoh adat berkumpul dalam sebuah pertemuan penting yang dirangkaikan dengan dua upacara sakral: pindah rumah dan tasmiah anak.

Acara yang berlangsung di sebuah rumah baru itu menghadirkan warga dari berbagai penjuru, lengkap dengan pakaian adat dan simbol-simbol budaya leluhur.

Pertemuan tersebut membahas nilai-nilai kebersamaan, aturan adat, serta upaya menjaga tradisi Kotaoy agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Para tetua adat juga menyampaikan nasihat kepada generasi muda agar tidak melepaskan akar budaya.Upacara pindah rumah dilaksanakan sebagai ungkapan syukur dan doa keselamatan bagi keluarga penghuni rumah baru.

Doa-doa adat dibacakan, diiringi berbagai simbol yang menjadi ciri khas budaya Kotaoy.Suasana haru tercipta saat acara tasmiah atau pemberian nama bayi dilakukan dengan khidmat. Nama yang dipilih diharapkan membawa berkah dan kebaikan bagi perjalanan hidup sang anak.

“Tradisi ini bukan sekadar acara, tetapi warisan yang harus kita jaga. Di tanah Gunung Kudung, kita bersatu sebagai keluarga besar Kotaoy,” tutur salah satu tokoh adat dalam sambutannya.

Acara yang berlangsung hingga sore hari itu tetap terasa meriah dan sarat makna. Pertemuan di Gunung Kudung ini menegaskan bahwa budaya, kerukunan, dan penghormatan terhadap adat masih kuat mengakar dan akan terus diwariskan dari generasi ke generasi.(Aidi P)