Sangatta Utara — Suluhnunsantara.News | Minggu, 23 November 2025Di bawah langit Minggu pagi yang cerah, suasana Dusun VII Pinang Raya, Desa Sangatta Utara, terasa berbeda. Warga Margosantoso 2 berduyun-duyun menuju lokasi pemilihan Ketua RT 41, sebuah momentum lima tahunan yang kali ini menyimpan cerita tersendiri.

Pemilihan periode 2025–2030 itu berlangsung lancar, aman, dan penuh antusiasme, meski hanya menghadirkan satu calon tunggal.Keunikan pemilihan terlihat sejak awal: Sulistiono, sosok yang telah memimpin RT 41 selama dua periode, kembali maju sebagai calon tunggal—menantang kotak kosong dalam pemilihan yang sarat simbol kepercayaan warga terhadap kepemimpinannya.
Ketika diwawancara awak media online Suluhnunsantara News, Sulistiono berbicara dengan nada rendah hati namun tegas.

“Tidak ada yang berminat maju. Warga meminta saya kembali melanjutkan. Demi Margosantoso, saya siap,” ucapnya, menggambarkan rasa tanggung jawab lebih besar dari sekadar jabatan.
Di sudut lokasi pemilihan, seorang warga dengan penuh keyakinan mengatakan bahwa keberlanjutan kepemimpinan Sulistiono adalah pilihan logis.“Kami butuh beliau. Tidak ada yang mau maju, dan kami percaya kepemimpinan yang sudah teruji,” ujar warga itu.
Suasana semakin menguat ketika proses pemungutan suara berjalan tertib, disaksikan oleh panitia, masyarakat, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa. Sebanyak 223 pemilih memberikan hak suara mereka.
Dan hasilnya berbicara lantang:Sulistiono: 213 suara Kotak kosong: 9 suara Sorakan kecil terdengar ketika diumumkan bahwa Sulistiono resmi kembali dipercaya memimpin RT 41 untuk periode 2025–2030.
Dalam sambutan kemenangannya, Sulistiono tampak terharu namun tetap tegar.“Ini luar biasa. Terima kasih kepada panitia, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan seluruh warga Margosantoso. Saya akan berjuang lebih keras untuk RT 41,” ungkapnya dengan suara yang memberi keyakinan kepada seluruh hadirin.
Pemilihan RT 41 Margosantoso 2 kali ini mungkin sederhana—tanpa rival, tanpa kampanye besar—namun justru di situlah dramanya:kepercayaan warga yang mengalir deras kepada satu sosok yang dinilai mampu menjaga arah komunitas.(Maroloan MBN)
